Rabu, 29 Juli 2009

BELAJAR MENGASAH GERGAJI

BELAJAR MENGASAH GERGAJI
(SEBUAH KEBIASAAN EFEKTIF)
1. Kebiasaan
The excellence is not an action only, but habitual – Aristotle
Kita sering mendengar orang berkata "ala bisa karena biasa." Anda bisa apa karena terbiasa apa? Dalam masyarakat kita temui: seseorang pasti fasih berbahasa asing tertentu jika ia biasa berinteraksi dengan para penuturnya. Orang yang terbiasa memperhatikan keunggulan orang lain memiliki banyak sahabat dari pada orang yang cendrung menonjolkan kelebihan diri. Ada kebiasaan lain bahwa awal masa pensiun merupakan masa yang sangat menyiksa bagi seseorang karena ia tak lagi pergi ke tempat kerja seperti biasanya. Demikianpula seekor kucing/anjing piaraan akan setia menunggu didepan gerbang setiap sore hari karena tahu kebiasaan jam pulang kerja tuannya. Tentu masih ada banyak kebisaan lain, baik yang positif maupun negatif.
Apa itu kebiasaan? Oxford Dictionary for Advanced Learners menjelaskan "Habit is a settled practice, especially, something that can not easily be given up. Habit is a usual behavior.
Kebiasaan adalah sebuah perbuatan/tindakan/praktek yang telah memasyarakat dan tidak mudah (sulit) untuk diabaikan atau ditinggalkan begitu saja.
Merujuk pada batasan oxford diatas, kebiasaan adalah sebuah pola hidup yang terjadi dengan melibatkan seluruh aspek kehidupan seseorang. Kebiasaan merupakan cara pandang, expresi dan tindakan yang mencerminkan diri seseorang dan berpengaruh baik terhadap diri maupun orang lain.
Kebiasaan terbentuk dari hal-hal rutin yang dilakukan secara terus-menerus dan mampu mendorong lahirnya kekuatan mental/spirit atau moral (karakter) seseorang.
Kebiasaan yang berlangsung secara baik dan efektif dapat melahirkan sebuah kehebatan, demikian Aristotle berkata "kehebatan bukanlah sebuah tindakan tetapi kebiasaan."
Namun bagaimana seseorang dapat membangun dan memiliki sebuah kebiasaan yang baik dan efektif?
Kebiasaan yang baik dan efektif dapat terbangun dari hal-hal seperti dalam pelajaran-pelajaran berikut.
2. Pikiran
Manusia berbeda dari ciptaan yang lain karena memiliki pikiran; berpikir tentang siapa diri dan siapa yang menjadikan dirinya. Juga berpikir tentang apa yang harus ia katakan dan juga apa yang akan ia lakukan.
Berpikir memberi pengakuan dan peneguhan tentang keberadaan diri. Berpikir dapat menjadi identitas diri, oleh karena itu manusia telah menempatkan Pikiran sebagai dasar dari apa yang ia katakan dan apa yang ia lakukan, dan telah dinyatakan dalam ayat suci
"Planning and thought lie behind everything that is done (Pikiran merupakan awal dari segala pekerjaan dan pertimbangan mesti mendahului setiap perbuatan)" – Sirach 37:16
Jenis dan cara kerja Pikiran
A person’s thoughts are like water in deep well, but someone with insight can draw them out – Proverb 20:5
Pikiran seseorang ibarat air yang berada di sumur yang dalam, tapi seseorang yang berpengertian bisa menimbanya keluar.
Sesuatu yang indah dan bermanfaat tidak mudah ditemukan karena berada pada tempat yang khusus disediakan baginya. Sesuatu yang indah dan bermanfaat juga tidak mudah untuk dieprgunakan kecuali melalui sebuah usaha serius atau perjuangan. Ayat suci Proverb 20:5 ini telah menjadi pedoman dasar bagi penelitian para ahli untuk menemukan apa dan bagaimana pikiran dapat bekerja. Para ahli menemukan dua bagian pokok dari pikiran (otak) manusia yakni bagian pertama tentang pikiran sadar, pikiran bawah sadar, dan bagian kedua tentang otak kiri dan otak kanan (IQ, EQ & SQ) seperti diuraikan berikut:
Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar
Pikiran manusia terbagi dalam Conscious Mind and Subconscious Mind, keduanya mempunyai tugas:
Conscious Mind (Pikiran Sadar) menerima dan menyaring informasi-informasi dari luar, lalu melalui sebuah proses berpikir logis, conscious mind memberi alasana-alasan apakah sebuah informasi dapat diterima atau ditolak
Subconscious Mind (Pikiran Bawah Sadar) menyimpan semua informasi yang masuk secara utuh tanpa proses seleksi. Kemudian subconscious mind melakukan pengolahan terhadap informasi-informasi yang disimpan melalui programming process berikut:
Visual - Membayangkan hasil apa yang diinginkan
Imagine - Melihat dan memfokuskan pada hasil dengan seolah-olah telah dicapai
Meneguhkan dan memperkuat keyakinan bahwa hal yang diimpikan bisa dicapai
Memberdayakan tindakan berdasarkan keyakinan nyata
Secara sederhana kita dapat mengambarkan kerja otak sebagai berikut: Manusia memiliki indera dan otak. Indera menginput data berupa gambar, bunyi, rasa, cita-rasa dan bebauan dan dipasok kepada otak. Otak menerima dan meramu data-data tersebut menjadi bahasa otak. Bahasa otak tersebut digunakan untuk mengambarkan sesuatu disekitarnya melalui penalaran atau imaginasi yang berbeda. Pengambaran itu biasanya merujuk pada apa yang dilihat (visual), apa yang didengar (auditory) dan atau apa yang dirasakan (kinetic).
Jadi mulanya, manusia mengisi otak untuk berpikir; otak yang sudah terisi difungsikan untuk Analysing, Synthesizing & imaging dan Valuing terhadap apa yang dilihat (visual), apa yang didengar (auditory) dan atau apa yang dirasakan (kinetic). Melalui ketiga fungsi otak tersebut, manusia mampu berpikir secara logis dan sistematis (cermat konsep), bertindak secara tepat dan konsruktif (sesuai konsep), serta membangun kebiasaan yang baik dan terpuji. Sebagai imbalannya, manusia dapat memiliki sebuah Karakter Yang Mulia. Dengan kata lain, isi otak diwujudkan dalam kata, kata dinyatakan dalam tindakan, tindakan melahirkan kebiasaan dan kebiasaan akan meneguhkan sebuah karakter.
Namun, perlu disadari bahwa pemikiran setiap orang tidak sama. Melalui pikiran yang berbeda itu, orang dapat menilai segala sesuatu sesuai kandungan pikiranya. Oleh karena itu sering kita temui suatu kebiasaan, paham dan nilai, yang dianut seseorang, sekelompok orang atau ras tertentu kadang tak dapat diterima oleh yang lain. Demikian juga tutur kata, tindakan, kebiasaan dan karakter yang dihasilkan oleh seseorang, sekelompok orang atau ras terkadang tak sama. Maka patutlah kita pahami bahwa ternyata pikiran memiliki kekuatan yang dapat menyebabkan perbedaan dalam tindakan, kebiasaan dan karakter.
Mengapa PIKIRAN dapat menyebabkan tindakan, kebiasaan dan karakter seseorang, sekelompok orang atau ras tertentu berbeda dari yang lain? Otak bawah sadar membaca (scan) keadaan sekitar dan memilih informasi penting untuk diperhatikan. Walau demikian, orang tidak hanya memperhatikan sesuatu seperti apa adanya, tetapi juga cendrung memperhatikan sesuatu berdasarkan harapan dan keinginan mereka. Setiap individu memiliki pilihan cara yang berbeda dalam memikirkan dan mengkomunikasikan apa yang dialaminya – Ada yang mengungkapkan sesuatu berdasarkan gambaran yang dilihat, yang lain berbicara tentang bunyi yang didengar dan yang lain lagi memperbincangkan sesuatu berdasarkan rasa yang dialami. Hal ini sesuai dengan pendapat Sandra Blakeslee, an award winning science writer for the New York Times bahwa "umumnya persepsi orang tentang sesuatu tidak didasarkan pada aliran informasi dari luar diri menuju otak, tetapi didasarkan pada apa yang otak alami sebelumnya, dan apa yang otak inginkan terjadi berikutnya."
Otak Kiri dan Otak Kanan
A person’s thoughts are like water in deep well, but someone with insight can draw them out – Proverb 20:5.
Proverb 20:5 tidak hanya membantu untuk menemukan otak sadar dan otak bawah sadar, tetapi juga membantu untuk menemukan kandungan otak kiri dan otak kanan (IQ, EQ dan SQ) dan juga cara kerjanya seperti penjelasan berikut.
Berpedoman pada Proverb 20:5 kita dapat belajar bahwa pikiran (otak) adalah anugrah besar yang Tuhan berikan untuk difungsikan sebesar-besar kesejahteraan diri, orang lain dan juga kelestarian alam sekitar.
Namun dalam kehidupan ini, ada orang yang mampu mendaya-gunakan otak (pikiran) secara optimal dan ada sebagian orang tidak. Ada orang yang hanya mengutamakan kemampuan (kecerdasan) bawaan seperti bahasa, berhitung dan logika saja. Kelompok orang ini akan berusaha belajar atau mengikuti pelatihan/kursus yang memberdayakan daya kognitifnya tapi mengabaikan kebutuhan mental dan spiritualnya (hoby, sosialisasi, bersedekah dan/atau ibadah). Oleh karena itu tidak mustahil ada orang yang mulanya dianggap memiliki kecerdasan atau kemampuan akademik biasa-biasa saja, bahkan dicap ‘bodoh’ saat sekolah, ternyata sangat sukses dalam kehidupan (karir, keluarga dan sosial) dikemudian hari.
Para ahli tentang otak juga menemukan bahwa ada sebagian orang dikenal sebagai penemu hebat, tetapi gagal dalam memproduksi temuannya. Atau ada juga yang diakui sebagai manager hebat, tapi lemah dalam kepemimpinan.
Mengapa bisa terjadi demikian? Selain ada pikiran (otak) sadar dan pikiran (otak) bawah sadar, para peneliti juga menemukan dua bagian otak lain; otak kiri dan otak kanan.
Setiap bagian otak (otak kiri dan otak kanan) memiliki kekhususan yang berbeda dalam fungsi, jenis informasi yang diproses dan juga berbeda dalam jenis permasalahan yang ditangani.
Otak kiri lebih banyak bekerja pada bidang yang berhubungan dengan kecerdasan bawaan seperti logika dan analisis (Intellectual Quotient). Sedangkan otak kanan lebih banyak menangani hal-hal yang bersinggungan dengan emosi dan imaginasi. Otak kanan juga bertugas menangani hal-hal yang berkenaan dengan intuisi, emosi dan kreatifitas. Otak kanan merupakan wadah bagi kecerdasaan yang bertumbuh dari emosi, usahan dan pengaruh dari luar (Emotional Quotient).
Berpedoman pada penemuan diatas, para ahli menyarankan agar setiap orang sebisa mungkin menciptakan sebuah keseimbangan kerja antara otak kiri dan otak kanan.
Intellectual Quotient (IQ)
Alfred Binet (1857-1910) menemukan kecerdasan bawaan manusia yang disebut Intellectual Quotient (IQ); sebuah kecerdasan yang mengukur kemampuan verbal (bahasa), hitung (matematika), dan nalar/logika (reasoning).
Denga kemampuan bahasa, matematika, dan logika yang baik, seseorang mampu menciptakan sebuah management yang rapi, system operational procedur yang baku, unggul dan terorganisir serta pembagian kerja yang rapi dan terperinci (detailed job descriptions). Sebagai kecerdasan bawaan, IQ dapat memberi anda motivasi internal yang baik bagi sebuah kesuksesan, namun kesuksesan itu harus terus anda optimalkan. Caranya? Belajarlah mengisi otak kiri dengan informasi, ilmu, pengetahuan, dan ketrampilan yang dapat meningkatkan kecerdasan intelektual.
Harvard University pada 1990an menemukan, keberhasilan seseorang ditentukan oleh 15% bawaan (IQ) sedangkan 85% oleh usaha. Berdasaarkan temuan diatas, anda seharusnya tak hanya mengandalkan kerja IQ saja karena bisa membuat anda tumbuh sebagai pribadi yang berpikir dan bekerja terlalu mekanis, formal dan protektif. Anda bisa meremehkan pekerjaan yang menolong anda untuk memahami dan menyenangkan diri seperti merekoleksi diri, meredefenisi nilai diri, melakukan hoby, bersosialisasi dengan keluarga, dan orang lain. Juga Anda bisa tumbuh menjadi pribadi yang kaku, mengabaikan kreatifitas, tidak peka terhadap perasaan dan suara hati. Anda kehilangan kearifan.
Emotional Quotient (EQ)
Setiap orang tentu menghendaki menjadi Manager (peran IQ) sekaligus Leader (peran EQ) dalam hidupnya, maka pada saat yang bersamaan, Anda jangan lupa mengisi otak kanan dengan informasi, ilmu, pengetahuan, ketrampilan dan nilai yang dapat menumbuh-kembangkan keseimbangan emosi, kemampuan imaginasi dan kemampuan sosialisasi serta hal-hal lain yang memberi kemampuan dalam membaca dan mengembangkan suara hati, kearifan, intuisi, kreatifitas, seni dan hoby.
Pada 1990an, Daniel Goleman melakukan penelitian, analisis dan study lapangan dibidang psykology menemukan sebuah kemampuan yang dapat mengelola perasaan yang dikenal dengan Emotional Quotient/EQ (kecerdasan emosi). EQ adalah kecerdasan yang mengelola hubungan dengan diri, orang lain dan lingkungan. Tujuannya untuk menciptakan keharmonisan didalam diri dan juga diluar diri.
Goleman dalam penelitian tersebut menyimpulkan IQ hanya bisa menyumbang 20% dari keberhasilan sedangkan 80% merupakan sumbangan dari sekumpulan kecerdasan lain yang terumus dalam sebuah Kecerdasan Emosi (EQ). Artinya pengelolaan Emotional Quotient yang baik dapat menopang dan memperlancar kerja IQ (nalar). Pendapat Goleman tentang peran EQ sebagai penopang IQ diperkuat oleh Steve Hein. Steve Hein menjelaskan bahwa IQ akan berfungsi optimal jika setiap orang memiliki kualitas Emosi yang baik yang ia singkat "BARE" berikut ini:
– Balance (keseimbangan diri)
– Awareness (Kesadaran diri)
– Responsibility (Tanggung jawab diri)
– Emphathy (Empati)
Artinya keseimbangan diri, kesadaran diri, rasa tanggung jawab dan empati merupakan pilar pokok yang dapat menopang keberhasilan kerja IQ. IQ yang tinggi tidak dapat menolong anda menjadi seseorang jika anda tidak memiliki BARE diatas.
Sedangkan Richard Charlson mengungkapkan bahwa orang-orang sukse umumnya memiliki kualitas emosi seperti yang terumus dalam 3R berikut ini:
– Responsive: Bertindak tepat sesuai masalah yang dihadapi, memiliki kemampuan mempertahankan perspective dan memiliki solusi alternative atau tindakan terbaik saat menghadapi situasi yang unik – karena ia mampu melihat sebuah gambaran keseluruhan dengan baik.
– Receptive: Terbuka terhadap saran dan gagasan, baik berupa data, kreatifitas maupun gagasan baru. Orang Receptive bersedia mendudukan diri dalam posisi "Beginner – Pemula," sebuah posisi yang selalu mendorong untuk mau dan terus belajar apa saja dan dari siapa saja walau ia sebenarnya tergolong pakar. Ia suka bekerja sama.
– Reasonable: Orang reasonable memiliki kemampuan melihat segala sesuatu secara bebas tanpa kecendrungan membenarkan diri; Karena ia tahu kecendrungan membenarkan diri sering menjadi penghambat terhadap pandangan baru yang lebih perspective dan maju. Ia memiliki kualitas menempatkan diri dalam posisi orang lain, melihat gambaran lebih besar serta mampu mempertahankan perspective. Oleh karena itu orang reasonable biasanya menempatkan diri sebagai pendengar yang baik, memiliki kepedulian dan suka menolong.
Orang berkualitas tiga R tidak mempersoalkan hal-hal kecil dalam hidup (pekerjaan, keluarga dan pergaulan) walau bertentangan dengan logika atau nalar mereka. Sebaliknya setiap persoalan yang dihadapi dijadikan sumber belajar dan evaluasi lebih lanjut.
Namun baik kualitas BARE maupun 3R harus terus dilatih menjadi B-CARE (Balance-keseimbangan, Control-pengendalian diri, Awareness-kesadaran diri, Responsibility-tanggung jawab dan Empathy-empati) secara baik, sebab jika tidak orang tersebut pada akhirnya akan cendrung mengalami:
Tak mampu menghadapi/menerima perubahan (mudah kalut oleh perubahan buruk-bad handling change)
Tidak percaya orang lain karena itu ia tak mampu bekerja sama (membetuk team)
Mudah patah dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Juga tak tahu membangun hubungan dengan diri (sering putus hubungan dengan diri senhingga gampang kalap)
Mudah mengabaikan tugas dan melempar tanggung jawab terhadap orang lain
Mudah terserang virus burn-out (kehilangan motivasi, inspirasi dan strategy/cara dalam bereaksi "missing action.")
Mudah terinfeksi virus "OVER" over action (mudah kebablasan) dan over caution (terlalu hati-hati)
Pengelolaan emosi yang baik dapat menciptakan keseimbangan dalam menciptakan keharmonisan dalam membangun hubungan dengan diri, orang lain dan lingkungan. Keseimbangan dan pengelolaan Emosi ini sangat penting karena hidup ini ibarat permainan ketangkasan lima bola; ada yang disebut bola keluarga, bola persahabatan, bola kesehatan, bola rohani dan bola pekerjaan. Diperlukan keseimbangan dan keharmonisan gerak saat melemparkan bola-bola itu ke udara agar tidak terjatuh.
Kebanyakan orang lebih mencemaskan bola pekerjaan tapi ternyata ia hanyalah sebuah bola karet yang bisa memantul lagi saat terjatuh. Sedangkan empat bola sisa terbuat dari kristal. Mereka akan tergores, terluka, retak, bahkan hancur berkeping-keping jika terjatuh dan tak akan kembali ke rupa mereka yang semula.
Spiritual Quotient (SQ)
Ada pepatah berbunyi "Cerdik (akal) tanpa ketulusan (hati nurani) adalah licik dan hati nurani (ketulusan) tanpa akal (cerdik) adalah kebodohan."
Pepatah ini memberi gambaran: Kecerdasan membuat seseorang mendapat dan menguasai ilmu, pengetahuan dan teknologi. Namun apakah kecerdasan itu dapat menciptakan sesuatu yang dapat membangun atau sebaliknya menghancurkan sangat bergantung pada ada tidaknya hati nurani.
Artinya, kecerdasan harus didukung oleh Emosi yang seimbang dan matang; dan emosi harus dijiwai oleh Spiritual/Hati Nurani/Iman yang teguh. Kecerdasan dan emosi yang tidak dibalut oleh Spiritual/Hati Nurani/Iman yang teguh rawan mendorong hati melahirkan segala Pikiran Jahat. Pikiran untuk menyesatkan, membunuh, berzinah dan bercabul. Juga melahirkan pikiran jahat untuk merampok, menipu, bersumpah palsu, menghujat dan memfitnah – Mateus 16:20.
Namun setiap manusia yang bergaul akrab dengan Tuhan akan mendapatkan Hati Baru dan Pikiran Baru (spiritual/hati) seperti tertulis dalam ayat suci "I will give you a new heart and new mind. I will take away your stubborn heart of stone and give you an obedient heart – Ezekiel 36:26.
Pikiran Baru dan Hati Baru menolong manusia memiliki sebuah Pikiran yang Tulus dan Hati yang Taat; Taat pada Tuhan dan Tulus pada sesama. Setiap orang yang memiliki Pikiran Baru dan Hati Baru akan bertumbuh menjadi pribadi yang tulus dan setia, karena itu Tuhan pasti menjadikan dia Mesbah/Tahta bagi Roh Tuhan (1Corinthians 3:16). Dari dalam Mesbah Roh inilah akan memancar Titik-titik Kebenaran yang menopang Kecerdasa Intelektual (IQ) dan menyelaraskan Kecerdasan Emosi (EQ). TujuanNya adalah agar dari Ruang Roh terpancar kualitas hidup seperti yang tertuang dalam ayat suci:
"But Spirit produces love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, humility and self control. There is no law against such things as these – Galatians 5:22-23
Berpedoman pada 1Corinthians 3:16, para ahli terus menggali kecerdasan manusia dan menemukan sekumpulan kecerdasan lain yang merupakan pusat dari semua kecerdasan yang ada. Donah Zohar dan Ian Marshall menyebut kecerdasan ini ’God Spot – Ruang Tuhan’ yakni sebuah ruang yang berisi Titik-Titik Kebenaran. God Spot dikenal sebagai Spiritual Quotient (SQ) atau oleh Peter Sepherd disebut Heart Intelligence (Kecerdasan Hati).
Lebih lanjut Donah Zohar dan Ian Marshal menjelaskan bahwa orang yang mampu mencerdaskan SQ nya memiliki kualitas hidup yang prima. Kualitas prima ini tercipta dari buah keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup; seimbang dalam mendaya-gunakan nalar/logika dan harmonis dalam mengelola emosi serta teguh dalam spirit/iman.
IQ – EQ – SQ
Mencermati jenis dan fungsi kecerdasan (IQ, EQ dan SQ) yang diuraikan diatas, kita mendapt pencerahan bahwa sesungguhnya IQ, EQ dan SQ adalah anugrah Tuhan yang harus didaya-fungsikan untuk sebesar-besar kesejahteraan seperti tertuang dalam ayat suci She sends knowledge and understanding like the rain, and increase the honor of those who receive her-Sirach 1:19.
Dengan IQ dan EQ, manusia berkewajiban melakukan apa yang menjadi bagiannya seperti dicatatkan dalam ayat-aya suci berikut dengan sepenuh hati:
"Be concerned above everything else with the kingdom of God and with what he requires of you and he will provide you with all these other things. So do not worry about tomorrow, it will have enough worries of its own. There is no need to add to the troubles each day brings".– Mathew 6:33-34
"Work hard don’t be lazy. Serve the Lord with a heart full of devotion. Let your hopes keep you joyful. Be patient in all your troubles and pray all the times" – Rome: 12:11
Apakah Anda sudah menjalankan tugas seperti yang diminta diatas dengan sepenuh hati? Percayalah bahwa Tuhan akan menetapkan seberapa besar dan baik hasil yang akan anda peroleh sebagai reward atas apa yang anda lakukan seperti tertulis:
"For God will reward every person according to what he has done. Some people keep on doing good and seek glory, honor and immortal life. To them God will give eternal life." – Rome 2: 6 – 7
Reward yang disediakan Tuhan itu sesungguhnya berupa sebuah Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient). Dan dengan SQ, setiap manusia dapat memancarkan sebuah kualitas hidup yang berkepenuhan dalam Kasih (love), Suka-Cita (joy), Damai Sejahtera (peace), Kesabaran (patience), Kemurahan Hati (kindness), Kebaikan (goodness), Ketulusan (faithfulness), Lemah-lembut (humility) dan Pengendalian Diri (self control).
Dari kualitas hasil pancaran Spiritual Quotient (SQ) diatas, Kasih merupakan pilar pokok. Karena Kasih itu sempurna dan tak berkesudahan. Inspirasi, Pengetahuan, Penegertian dan Hikmat bersifat sementara dan tidak sempurna. Sebab sesungguhnya sesuatu yang sempurna tiba maka yang tak sempurna akan lenyap.
Setiap pribadi yang memiliki Kasih berbeda Kualitasnya dari pribadi yang lain. Seseorang bisa saja memberikan segala yang dimiliki bahkan nyawanya sekalipun tak memberi manfaat sedikitpun jika tidak didasarkan pada kasih.
Sesungguhnya orang yang memiliki Kasih akan berkelimpahan karena Kasih itu sabar, murah hati, tak cemburu, tak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih itu sopan dan tak mencari keuntungan diri. Kasih tidak pemarah dan pendendam. Kasih tak bersukacita atas kelaliman tapi atas kebenaran. 1Korintus 13: 3 – 10.
Akhinya pastikan bahwa anda senantiasa belajar menumbuhkan-kembangkan kecerdasan bawaan (Intelektual) anda menjadi briliant, berusaha melatih dan menyeimbangkan Emosi guna menciptakan sebuah hubungan yang harmonis dengan diri, orang lain dan lingkungan, serta berserah (membuka) diri untuk menghadirkan Roh Tuhan dalam diri. Maka anda akan bertumbuh menjadi pribadi yang begitu kaya dalam hidup. Anda sungguh kaya dalam tutur kata, ilmu & pengetahuan, anda kaya dalam hasrat untuk melayani, kaya dalam iman dan kasih. – 2Korintus 8:7.
3. Karakter
Setiap orang dilahirkan dengan modak kekuatan/kualitas mental atau moral yang mencerminkan keseluruhan kepribadian seseorang dan berperan sebagai pedoman masa depan. Kekuatan/kualitas mental atau moral yang membuat seseorang, sekelompok orang atau suatu ras berbeda dari yang lain. Ini adalah karakter.
Karakter terbentuk dari bagaimana kita berppikir tentang diri karena pikiran akan mempengaruhi dan menentukan apa yang kita katakana, apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menanggapi/meresponse serta bagaimana menila sesuatu. Sungguh pikiran menentukan siapa diri kita seperti tertuang dalam ayat suci:
‘what he thinks is what he is’ – Proverb 23:7b.
Oleh karena itu berpikirlah secara positif dan matang sebelum berkata, bertindak dan/ atau menilai. Sebab apa yang keluar dari hatimu bisa berupa sebuah pancaran kehidupan atau kebinasaan. Hal itu dengan tegas dinyatakan dalam ayat suci:
Be careful how you think; your life is shaped by your thoughts – Proverb 4:25
Seseorang yang memiliki karakter mulia akan jujur menerima potensi diri dan mengembangkannya menjadi kompetensi yang dapat merekonstruksi kembali pandangan diri (citra diri) terhadap hal-hal yang membangun maupun yang menghambat baik dari dalam diri maupun luar diri menjadi potensi yang mendorong kemajuan.
Orang berkarakter umumnya tidak hanya cerdas dan berkompetensi, tetapi lebih dari itu, ia memiliki perhatian dan kepedulian besar terhadap diri dan juga terhadap apa yang ada diluar dirinya. Orang berkarakter tidak hanya memiliki kemampuan untuk mendapatkan suatu pencapaian tetapi juga dapat melindungi diri dari pengaruh- pengaruh negative dari luar. Mengapa? Karena orang berkarakter biasanya bijak dan berhikmat, sebaliknya orang dungu tak memiliki tuntunan hidup (tong kosong nyaring bunyinya). Hal ini sesuai dengan sabda ilahi berikut:
"Clever person is wise because he knows what to do, but stupid person is foolish because he only thinks he knows"-Proverb 14:8
"Sensible people will see trouble coming and avoid it, but unthinking person will walk right into it and regret it later"- Proverb 22:3
4. Talenta
Manusia diciptakan dengan sebuah kekuatan besar yang terkandung didalam dirinya. Kekuatan itu akan bertumbuh dan membentuk setiap pribadi menjadi apa yang dikehendaki dirinya. Kekuatan itu disebut Talenta dan bermanfaat membentuk kemampuan, kekuatan dan kualitas seseorang berbeda dari orang lain bergantung bagaimana memperlakukannya. Ada orang yang merasa nyaman membiarkan talentanya seperti apa adanya. Orang semacam ini merasa kuatir jika pertumbuhan dan perkembangan talenta dapat membuat dirinya berbeda dan tidak diterima oleh orang lain dan lingkunagnnya. Ia merasa nyaman dengan kemampuan dan keberadaan dirinya. Namun, ada orang lain yang tidak merasa cukup dan puas. Ia akan menerobos zona nyaman yang membentengi talentanya dan mengembangkannya menjadi lebih baik.
Anda termasuk kelompok kenyamanan atau kelompok yang haus akan pertumbuhan talenta? Setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan dirinya. Karena itu ia memiliki tantangan untuk mengeluarkan talentanya, walau yang terkecil sekalipun dari zona nyaman. Ia akan menginvestasikan talentanya itu melalui belajar, latihan/praktek dan membangun hubungan hingga menjadikan talenta itu sebuah kompetensi.
Talenta yang telah bertumbuh dan menjelma menjadi kompetensi inilah yang akan mendatangkan sebuah pencapain yang luar biasa dan bahkan dapat mengubah dunia.
5. Kompetensi
Setiap orang yang menginvestasikan talentanya melalui belajar, latihan/praktek dan membangun hubungan akan menjadikan talenta itu sebuah kompetensi. Dan setiap orang yang memiliki kompetensi, memiliki kemampuan (ability), kekuatan (power), kekuasaan (authority), ketrampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Kompetensi adalah talenta pilihan (unggul) yang dapat berkembang menjadi pengetahuan, ketrampilan, sifat atau nilai. Dengan kompetensi, seseorang dapat mengalami sebuah perubahan pada pola pikir, pola sikap dan tingkah laku. Perubahan-perubahan dimaksud dapat membentuk sebuah keahlian/kemampuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup.
Pertumbuhan dan perkembangan kompetensi secara baik dapat memberdayakan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan baik dan benar, menyediakan nilai terhadap diri, dan orang lain juga dapat menciptakan kebaikan atau memberi nilai tambah bagi diri, masyarakat dan lingkungannya. Setiap usaha berbasis kompetensi menciptakan suatu perubahan menuju arah yang lebih baik. Namun setiap usaha baru akan bermanfaat jika dapat diterima bukan sebagai sebuah rutinitas melainkan sebagai sebuah proses pembiasaan.
Pengetahuan
Pengetahuan adalah buah pengembangan talenta menjadi kompetensi dan merupakan dasar bagi semua tindakan yang berpotensi memberi keberhasilan. Pengetahuan (talenta dan kompetensi) harus diusahakan dan dikembangkan melalui proses belejar berkelanjutan berdasakan konsep dasar dalam hidup; yakni konsep untuk membentuk diri menjadi apa dan untuk mendapatkan hasil apa sesuai dasar yang ditetapkan. Demikan Rasul Judas menulis "But you my friends, keep on building yourselves up on your most sacred faith- Jude 1:20.
Setiap orang tidak ingin hidup biasa-biasa saja, ia ingin bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan kompetitif. Namun, setiap orang yang berkeinginan bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik perlu melengkapi diri dengan pengetahuan dan sabar mengembangkan pengetahuannya, sebab sesungguhnya niat dan semangat saja tidaklah cukup untuk mendorong pencapaia suatu keberhasilan, hal itu telah difirmankan seperti berikut:
Enthusiasm without knowledge is not good; impatient will get you into trouble-Proverb 19:2.
Selain merupakan sebuah anugrah, Pengetahuan yang memadai memberdayakan seseorang untuk berhasil tidak hanya dalam hal-hal biasa, tetapi juga mampu melakukan hal-hal ajaib (luar biasa) sehingga nama Tuhan dipermuliakan didalamnya. Demikian ada ayat suci yang berbunyi:
God gave knowledge to human beings so that we would praise him for the miracles he performs – Sirach 38:6
Pengetahuan Sumber Pilihan
Pengetahuan yang sempurna adalah ilmu yang dapat memberi lebih banyak pilihan; pilihan cara, pilihan taktik atau strategi dan pilihan solusi dalam mewujudkan keinginan. Banyak pilihan akan membantu kita untuk tidak hanya terpaku dalam cara yang biasa-biasa saja. Selain itu dengan bertambah pengetahuan, seseorang akan mengetahui lebih banyak dan juga memiliki ketajaman dalam membedakan suatu informasi atau tindakan yang memberi manfaat atau menyesatkan. Pilihan tepat dari sebuah pengetahuan akan mampu memberdayakan seseorang untuk menemukan, mengenal dan memperbaharui diri (citra diri) secara utuh dan sempurna.
Pengetahuan ibarat titik-titik hujan di tengah gurun yang tandus, selain dapat memuaskan setiap makhluk yang menerimanya, juga dapat memberi mereka kemampuan untuk bertahan, melanjutkan dan memperbaharui hidup. Barangsiapa menerima dan mengamalkan pengetahuan, ia akan mendapatkan kebahagian, kehormatan dan kemulian; sebuah dambaan hidup yang agung, tentunya seperti dalam ayat suci berikut:
She sends knowledge and understanding like the rain, and increase the honor of those who receive her-Sirach 1:19
6. Citra Diri
Belajar, pengalaman dan pengajaran menghasilkan ilmu, ilmu meningkatkan pengetahuan dan pengetahuan memberdayakan guna mencapai pembaharuan diri. Dengan kata lain, pengetahuan memberdayakan seseorang untuk menemukan, mengenal dan memperbaharui diri (citra diri) secara utuh dan sempurna.
Atkin berpendapat: ilmu yang kita peroleh, selain membuat kita berisi pengetahuan yang memadai, juga menolong kita memperbaharui defenisi tentang diri atau membantu kita memperbaiki citra diri.
Citra diri adalah sebuah unsur alamiah yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri setiap orang. Citra diri adalah keunggulan diri yang digali dari dalam guna menemukan kunci diri atau yang biasa disebut NASIB.
Orang yang mengenal citra diri akan selalu melihat kedalam diri dan ia akan bangkit. Tetapi mereka yang melihat keluar tak akan mengenal diri dengan baik. Mereka yang melihat keluar hanya akan menghayal saja, demikian nasehat Carl Jung.
Citra diri menolong diri untuk mencitrakan diri sebagai pribadi yang utuh, unik dan berbeda seturut pembaharuan akal budi kita dan bukan seturut kehendak orang lain atau lingkungan sekitar.
Setiap orang yang ingin bertumbuh lebih baik memerlukan pola pikir baru dan tatanan baru yang memperbaharui. Orang yang terus berkembang tidak membiarkan hidup dipengaruhi oleh arus duniawi tetapi menjadikan hidupnya sebuah agen perubahan dan pembaharuan (agent of change). Citra diri juga dapat menuntun seseorang ke arah mana hidup ini harus dituju.Hal pembaharuan dengan jelas tertuang dalam perintah suci:
‘Don’t conform yourselves to the standard of this world but let God transforms you inwardly by a complete change of your mind.’– Rome 12: 2
Citra diri sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan setiap orang! Citra diri menolong anda dan saya untuk tidak menjadi seperti apa yang orang lain atau lingkungan kehendaki, tetapi menjadi diri sendiri seperti apa yang dikehendaki diri.
Peranan Citra Diri
Keberhasilan adalah sebuah cita-cita yang hendak diraih oleh setiap pribadi, namun keberhasilan itu akan semakin sulit dijangkau jika anda tak memiliki Citra Diri atau yang biasa disebut kesimpulan tentang diri. Setiap orang boleh berusaha meningkatkan kemampuan diri atau menciptakan metoda, alat atau merumuskan tujuan (keberhasilan) sedemikian rupa guna mendapatkan kemudahan bagi sebuah pencapaian, namun ternyata Citra Diri jauh lebih berperan bagi suatu (pencapaian keberhasilan) tujuan dari pada rumusan tujuan yang kita buat, atau kemampuan yang kita miliki. Demikianlah Gordon Dryden pernah mengatakan bahwa: Materi Pendidikan terbaik penting bagi keberhasilan, tetapi ternyata peranan citra diri jauh lebih penting bagi keberhasilan pendidikan itu sendiri. Hal ini benar adanya karena Citra diri memampukan seseorang untuk mengkonsepkan tentang siapa dirinya sebelum menjadi apa dirinya kelak. Konsep seseorang tentang siapa dirinya sebelum menjadi apa dirinya dapat dipahami dalam doktrin – doktrin berikut:
Doktrin Samurai : Jadilah PEMENANG sebelum menjadi PETARUNG
Doktrin Militer : Jadilah PENAKLUK sebelum menjadi PRAJURIT
Doktrin Olahraga : Jadilah JUARA sebelum menjadi ATLET
Artinya opini diri (sebagai pemenang, penakluk dan juara) dapat secara otomatis meneguhkan pengakuan terhadap diri (sebagai petarung, prajurit dan atau atlet) anda.
Senjata Diri
Berbeda dari Hewan, kekuatan fisik tidak mampu melindungi manusia dari serangan makluk hidup lain dan dari pengaruh perubahan alam. Manusia memiliki kekuatan fisik lebih lemah, karena itu ia tak mengandalkan fisik saja untuk membangun diri. Ada Akal Budi yang memberdayakan untuk mempersenjatai diri dengan Ilmu Pengetahuan, Ketrampilan dan Tehnologi. Ilmu Pengetahuan, Ketrampilan dan Tehnologi diterima sebagai senjatai diri yang sangat penting karena bermanfaat untuk dapat mengaktualkan konsep diri secara tepat.
Oleh karena itu kenali, pelajari, kuasai dan pergunakan senjata diri secara baik dan benar. Ada dua senjata yang berbeda; spirit dan fisik. Pilihlah satu dari senjata-senjata ini untuk mempermudah tugas anda. "Pergunakanlah senjata SPIRIT terlebih dahulu sebelum senjata FISIK/kekuatan (pedang). Karena untuk jangka panjang, spirit akan mengalahkan fisik/pedang."-nasehat Napoleon Bonaparte
Orang yang berhasil mengunakan senjata diri dapat memberi kekuatan kepada citra diri untuk memberdayakan dirinya menjadi pribadi bernilai dan bermanfaat bagi diri dan orang lain serta membuat kehidupan masyarakat lebih baik (to provide value to people and to make community better).
7. KEBIASAAN MENGASAH GERGAJI
Dalam dunia kerja, kita mengenal Kebiasaan Karyawan Efektif (KKE), salah satu dari kebiasaan-kebiasaan itu adalah ‘ASAH GERGAJI.’
Asah gergaji? Orang tentu akan bertanya "apa itu asah gergaji dan apakah seorang karyawan memerlukan gergaji. Tentu tidak! Namun gergaji disini merupakan metamorfosis dari apa yang kita kenal dengan KEAHLIAN, KECAKAPAN dan/atau PENGETAHUAN.
Mengasah Gergaji adalah proses mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, sifat atau nilai tertentu yang berfungsi untuk memfasilitasi kerja manusia.
Mengasah Gergaji dapat dilakukan melalui belajar, pengalaman atau pengajaran dan membangun hubungan yang dapat menciptakan sebuah pembaharuan pada pola pikir, sikap dan tingkah laku.
Untuk apa mengasah gergaji? Untuk mendapatkan kemampuan eksekusi, yakni sebuah keahlian menjalankan sebuah tindakan yang tepat, pada saat yang tepat. Mengasah Gergaji yang berhasil memberdayakan Anda memformulasikan pandangan terhadap apa yang hendak dikerjakan dan apa yang hendak dicapai darinya. Juga dapat merekonstruksi kembali pandangan diri terhadap hal-hal negatif (menghambat) menjadi potensi yang mendorong kemajuan.
8. Belajar Mengasah Gergaji
Tuhan menganugerahi manusia dengan akal budi; sebuah anugrah yang dapat membedakannya dari ciptaan yang lain. Akal budi mengandung semangat ingin tahu (Spirit of Curiosity), sebuah semangat yang membuat manusia dapat berkembang dari makluk yang lemah dalam fisik menjadi pribadi superior. Superiority manusia terbentuk dari ketekunan untuk mengisi diri dengan ilmu/pengetahuan, ketrampilan, sikap atau nilai guna mengembangkan diri lebih baik, seperti tertera dalam ayat suci:
Intelligent people are always eager and ready to learn – Proverb 18:15
Apa itu belajar?
Manusia memiliki hasrat untuk mengisi diri dengan pengetahuan, ketrampilan, sikap atau nilai. Proses pengisian diri ini dilakukan melaui belajar. Manusia dapat belajar melalui pembelajaran, pengalaman atau pengajaran dan membangun hubungan. Proses pembelajar sangat penting dan tidak dapt ditolak setiap orang karena dapat menciptakan sebuah pembaharuan pola pikir, sikap dan tingkahlaku yang meneguhkan, terukur dan spesifik. Atau Pembelajaran dapat memberdayakan setiap individu memformulasikan sebuah tatanan mental baru dan/atau memperbaharui tatanan mental sebelumnya. Belajar adalah sebuah proses yang dapat mendorong perubahan tingkah laku jangka panjang. Orang yang berpengharapan tak pernah meninggalkan apa yang ia pelajari dan telah meneguhkan pendidikan sebagai bagian hidupnya. Demikian ada ayat suci berbunyi:
Always remember what you have learned. Your education is your life. Guard it well-Proverb 4:13
Mengapa perlu belajar?
Setiap orang mempunyai perasaan selalu berkekurangan (tidak sempurna) dalam segala hal dan ingin memenuhinya melalui belajar. Belajar berarti kita sedang berusaha mengisi diri dengan hal-hal (pengetahuan) yang memberdayakan. Sebab ketika kita berdaya, kita mampu melakukan sesuatu yang terbaik bagi hidup dan kehidupan. Orang yang merasa telah mendapatkan sesuatu dalam belajar memiliki cita-cita untuk berbagi (memberi) dengan orang lain. Namun, tentu ia harus terlebih dahulu berbagi dengan diri sendiri. Adalah omong kosong seseorang dapat mengasihi orang lain sebelum ia sendiri mengetahui bagaimana menyenangkan dirinya. Hal ini dengan tegas dinyatakan dalam ayat suci berikut ini:
"Do ourselves a favor and learn all we can; then remember or do what we learn and we will prosper." – proverb 19:8
Seseorang yang engan berbagi sesungguhnya tak memiliki apa-apa karena tidak mampu mendapatkan sesuatu dalam belajarnya. Ia hanya bertumbuh menjadi pribadi yang merasa pintar dan berhikmat dalam kebodohannya. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, tapi hanya berangan-angan tentang sesuatu yang sebetulnya tak ia ketahui, seperti dinyatakan dalam ayat suci:
"Clever person is wise because he knows what to do, but stupid person is foolish because he only thinks he knows"-Proverb 14:8
Dalam belajar, kita sesungguhnya tak hanya mengisi diri guna mendapatkan keahlian teknis saja tetapi juga keahlian hikmat (kesalehan). Karena ilmu pengetahuan dapat memberi keahliah (skill) yang akan membuat langkah kita maju dan terus maju demi pencapaian yang lebih baik. Sedangkan Hikmat akan memberi karakter moral yang akan membuat langkah kita focus (terarah & teratur) dan tak tersesat, dan juga dapat meningkatkan harkat dan martabat kita. Oleh karena itu carilah ilmu dalam hidup karena orang berilmu memiliki kecerdasan dan juga kepekaan untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup. Orang berilmu dan berhikmat tak akan pernah menyesali kehidupannya seperti ditulis dalam ayat suci:
Sensible people will see trouble coming and avoid it, but unthinking person will walk right into it and regret it later- Proverb 22:3
Hikmat yang didapat lewat belajar merupakan Harta Karung yang Tuhan siapkan sebagai tuntunan bagi setiap pribadi untuk keluar dari kegelapan dan berjalan dalam terang seperti tertuang dalam ayat-ayat suci:
Wisdom takes care of those who look for her; she raises them to greatness-Sirach 4:11
At first wisdom will lead you along difficult path. She will make you so afraid that you will think you can not go on – Sirach 4:17
Nothing will stand in your way if you walk wisely, and you will not stumble when you run-Proverb 4:12
Anyone who obtains wisdom will be greatly honored – Sirach 4:13
Wisdom can make your life pleasant and lead you safely through it – Proverb 3:17
Wisdom offers you long life, as well as wealth and honor – Proverb 3:16
Dari mana belajar?
Segala sesuatu yang ada disekitar kita adalah sumber yang baik bagi proses belajar berkelanjutan. Pengalaman dan pergaulan juga dapat menjadi sumber belajar yang baik. Namun janganlah belajar dari pribadi, tempat atau situasi yang dapat menjerumuskan seperti tertulis: If you touch tar, it will stick to you and if you keep company with arrogant people, you will come to be just like them-Sirach 13:1
Belajarlah pada pribadi, tempat atau situasi yang berperan sebagai sumber pencerahan yang dapat memberi pemahaman, peneguhan (kekuatan) dan pengertian. Orang yang belajar dari sumber yang tepat sesungguhnya akan menemukan dan memiliki kehidupan, mendapatkan tuntunan dan juga damai seperti tertuang dalam ayat suci:
"Learn where understanding, strength and insight are to be found. Then you will know where to find a long and full life, light to guide you and peace."-Baruch 3:14
Oleh karena itu, pastikan anda dapat berhubungan, berinteraksi dan berkomunikasi intens dengan Rekan, advisers/coachers, consultants, team members, suppliers, customers dan competitors. Mereka adalah pilar-pilar belajar yang harus diperhatikan seperti telah difirmankan:
People learn from one another just as iron sharpens iron-Proverb 27:17
9. Belajar Mengasah Gergaji
Setiap orang tidak ingin menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, tetapi senantiasa berusaha membentuk dan memberdayakan dirinya guna melakukan sesuatu dengan lebih baik. Tujuannya untuk menunjukkan diri berbeda dan lebih baik dari orang lain dalam pemikiran, konsep, dan tindakan yang diwujudkan melalui suatu keahlian tertentu. Setiap keahlian yang telah dimiliki akan terus ditingkatkan guna melaksanakan atau mengeksekusi sesuatu (pekerjaan) secara tepat, yakni tepat sasaran dan tepat waktu guna mendapatkan hasil yang tepat pula. Keahlian eksekusi inilah yang dianalogikan dengan istilah kemampuan "Mengasah Gergaji."
Musashi, seorang Samurai berpendapat kemampuan eksekusi adalah "keahlian yang dimiliki seseorang untuk menjalankan sebuah tindakan yang tepat, pada saat yang tepat." Untuk apa? Untuk meraih sebuah sasaran yang tepat (do a proper action in a proper time).
Bagaimana dan dari mana kita bisa mengasah gergaji atau meningkatkan keahlian eksekusi itu? Mulanya kita harus mengisi diri dengan pengetahuan, ketrampilan dan nilai melalui belajar, praktek dan pengelaman. Kita juga dapt mengisi diri dengan membangun hubungan baik dengan diri maupun orang lain.
Ada beberapa pelajaran yang menolong setiap pribadi mengasah gergajinya. Mari kita belajar mengasah Gergaji dengan berpedoman pada rujukan pelajaran dibawah berikut ini:
10. Pelajaran Mengasah Gergaji
Setiap orang bercita-cita menjadi pribadi yang luar biasa, karena itu ia senantiasa berusaha membentuk dan memberdayakan dirinya guna melakukan sesuatu dengan lebih baik. Tujuannya untuk menunjukkan diri berbeda dan lebih baik dari orang lain dalam pemikiran, konsep, dan tindakan yang diwujudkan melalui suatu keahlian tertentu. Setiap keahlian yang telah dimiliki akan terus ditingkatkan guna mencapai cita-citanya. Hal itu dapat dilakukan dengan belajar bagaimana mengasah Gergaji seperti diuraikan dalam pelajaran-pelajaran bernilai berikut:
Conceptual Learning
Practical Learning
Technical Learning
Intra-personal relationship Learning
Interpersonal relationship Learning
A. Belajar mengkonsepkan praktek (Conceptual)
Sejak awal-mula, manusia sudah mengetahui bahwa ia diciptakan seturut gambaran dan citra Pencipta (Yahwe). Karena itu ia diberi tugas dan tanggung jawab untuk mengelola dan membudi-dayakan Alam Raya dan segala isinya. Manusia tidak asal menerima tugas dan tanggung jawab ini karena selain sebagai wakil penciptanya, ia sudah dianugerahi Akal Budi. Dengan Akal Budi manusia bisa menyimpan dan mengelola informasi tentang siapa dirinya, siapa penciptanya, apa tugasnya, serta bagaimana menjalankan tugas yang diberikan pencipta dan apa yang diperoleh dari tugas tersebut.
Manusia tidak bisa melakukan segala sesuatu (tugasnya) secara asal. Akal budi memampukan manusia untuk terlebih dahulu berpikir, berpikir dan berpikir berkali-kali, baru melakukan sekali. Tetapi tidak sebaliknya melakukan sesuatu berulang – ulang baru memikirkan cara/strateginya saat menemui hambatan. Manusia akan terlebih dahulu merumuskan apa yang akan dikerjakan, lalu ia memikirkan cara mengerjakan sasaran yang sudah dirumuskan dan selanjutnya ia melakukan tepat sesuai cara yang telah dipikirkan.
Ini menunjukkan bahwa, manusia sudah terlebih dahulu membuat gambaran tentang apa yang akan dikerjakan dalam sebuah perencaan dan pertimbangan yang terumus dalam sebuah konsep yang matang. Manusia akan terlebih dahulu melakukan sebuah analysing, synthesezing & imaging dan valuing seperti tertulis dalam ayat suci berikut:
"Planning and thought lie behind everything that is done" – Sirach 37:16.
Merujuk pada sabda ilahi diatas, Conceptual Learning bukanlah sebuah hal baru tetapi sudah menjadi sebuah formula yang digunakan manusia untuk mendorong terciptanya sebuah keberhasilan. Apapun pekerjaan yang akan dikerjakan harus diawali dari pikiran dan pertimbangan mesti mendahului setiap perbuatan. Pernyataan ini memberi pencerahan, ternyata konsep adalah awal dari sebuah keberhasilan dan akan menolong Anda berprestasi dalam dunia yang penuh persaingan ini. Sebab tanpa konsep yang jelas dan tepat, Anda ibarat berada dalam sebuah rimba belantara; tidak tahu dari arah mana Anda telah datang/masuk dan ke arah mana Anda akan keluar/tuju.
Bagaimana Anda bisa menerapkan conceptual learning bagi prestasi Anda, mari simak fabel (cerita) berikut:
Berlari – dan Berlarilah Lebih Cepat Atau Mati
Konon di sebuah hutan belantara Timor, ketika fajar menyingsing, berkatalah seekor Singa jantan muda kepada dirinya. ‘Hari ini saya harus makan jika tidak saya pasti akan mati.’ Tetapi bagaimana saya bisa makan, ya? Ia bertanya pada diri sendiri - oh saya tahu lanjutnya, hari ini saya harus menangkap seekor Kijang kesukaan saya. Namun, ada pikiran yang menghantui, karena ia tahu tidak mudah menangkap seekor Kijang.
Kijang itu makluk paling cepat berlari, tapi saya tahu cara menangkapnya, Singa muda itu mencoba membesarkan hatinya. Caranya, saya harus berlari, berlari dan berlari dengan cepat – minimal lebih cepat dari lari kijang yang paling lambat. Karena hanya dengan demikian saya bisa mendapatkan sasaran saya, seekor Kijang untuk makanan hari ini.
Sebaliknya, Kijang pun tahu bahwa ada ancaman kematian yang mengintai. Untuk luput darinya, ia memiliki konsep yang hampir sama dengan singa muda tadi. Bahwa hari ini ia tidak ingin mati diterkam oleh Singa. Untuk itu selain selalu waspada terhadap serangan, ia harus siap berlari, berlari dan berlari dengan cepat – minimal lebih cepat dari singa yang berlari paling cepat. Jika tidak maka Kijang itu akan menjadi santapan Singa hari itu.
Begitu keluar dari hutan, Singa itu mulai menetapkan sasarannya yakni menangkap seekor Kijang. Lalu ia mulai memikir cara menangkap mangsanya, yakni dengan cara mendekati, mengejar dan berlari. Ketika dari kejauhan tampak sekawanan Kijang yang sedang merumput; Singa itu mulai merayap mendekati dan tepatlah seperti yang telah ditetapkannya bahwa singa itu mulai mengejar dengan berlari dan berlari saat para Kijang mulai berlari menyelamatkan diri.
Jika Singa itu bisa berlari lebih cepat dari pada lari kijang yang paling lambat, maka ia akan berhasil menangkap seekor dan terluput dari ancaman kematian. Sebaliknya kijang pun tidak mau mati, ia harus berlari dan berlari minimal lebih cepat dari pada lari singa yang paling cepat. Dengan demikian, ia tak dapat ditangkap dan terluput dari kematian.
Fabel diatas mengajari bahwa sebagai pelaku business, apakah Anda itu market leader (singa) atau market follower (kijang), Anda harus memiliki konsep yang jelas tentang sasaran apa yang diinginkan, apa rencana/strategi yang akan diterapkan dan keyakinan untuk melaksanakan strategi tersebut. Semua itu harus dijalankan dengan sepenuh hati sebagai sebuah ibadah seperti tertulis dalam ayat suci:
Whatever you do, work at it with all your heart as though you were working for the Lord and not for man. Colossians 3: 23
Kesungguhan mutlak diperlukan dalam mengeksekusi sebuah sasaran. Kesungguhan hanya tercipta jika anda mencintai pekerjaan itu. Dan cinta pada pekerjaan akan melahirkan hati yang berkepenuhan dalam suka-cita dalam menyongson keberhasilannya. Dengan kesungguhan dan suka-cita, anda tidak akan bertanya untuk siapa anda bekerja tetapi akan focus kepada hasil apa yang akan anda peroleh.
Setiap eksekusi memiliki tantantangan dan tantangan itu hanya terkalahkan dalam sebuah kesabaran. Kesabaran akan mengenyahkan kemalasan dan kecerobohan, dan kesabaran itu membimbing pada penyerahan diri pada pencipta. Oleh karena itu, miliki hati yang sabar dalam menghadapi setiap rintangan yang muncul dalam pekerjaan, maka harapan akan diguguhkan melalui setiap doa anda. Dengan demikian, Dia yang memiliki hidup ini akan senantiasa menuntun anda hingga pencapaian harapan itu. Hal ini dapat kita baca dalam ayat suci:
Work hard, don’t be lazy. Serve the Lord with a heart full of devotion. Let your hopes keep you joyful. Be patient in all your troubles and pray all the times – Rome: 12:11
Sasaran yang SMART
Setiap sasaran mempunyai kesulitannya sendiri dalam pencapaiannya. Ada kesulitan yang muncul dalam cakupan (penetapan prioritas), kelayakan kerja/pencapaian, relevansinya dengan keinginan/motivasi dan juga waktu. Guna menghindari sasaran Anda menjelma sebagai sebuah batu sandungan yang tidak menghasilkan kesejahteraan, sebaliknya penderitaan belaka, maka, Anda harus smart (cerdas) dalam menetapkan sasaran yang SMART pula seperti:
Specific artinya sasaran yang ditetapkan harus jelas, utuh dan berupa sebuah kesimpulan tunggal. Ibarat sasaran menendang bola adalah gawang, bukan yang lain.
Measurable artinya kita harus memiliki ukuran yang jelas untuk mengetahui sudah seberapa jauh kita telah mencapai sasaran yang specific tersebut
Attainable artinya memiliki kelayakan rasional untuk bisa dicapai. Bahwa secara rasional sasaran itu dapat kita capai secara bertahap dari terkecil hingga terbesar. Bukan langsung melompat kepada sasarang yang terbesar tanpa melewati tahapan – tahapan awal yang kecil
Relevant memberi pemahaman bahwa sasaran itu memiliki tingkatan relevansi yang tinggi dengan keadaan diri kita sehingga mengajari kita untuk tak berpuas diri. Tetapi dapat mendorong/memotifasi untuk terus berprestasi
Time Scale artinya sasaran dapat dicapai berdasar jenjang waktu yang jelas dan terukur.
Orang beriman memiliki keyakinan bahwa masa depan itu sungguh ada, oleh karena itu harapannya tidak akan sia-sia. Orang beriman membangun masa depannya dengan menetapkan cita-cita untuk menjadi apa atau untuk memiliki apa pada suatu waktu yang ditentukan (membangun konsep), kemudian mengusahakan pencapaian cita-cita (mempraktekan konsep) sesuai rumusan smart diatas dalam langkah-langkah berikut:
menerima talenta khusus (specific) yang Tuhan berikan dan membangun diri berdasarkan talenta tersebut guna mencapai sasaran yang ia tetapkan.
menetapkan ukuran yang jelas untuk mengetahui sudah seberapa jauh ia telah membangun diri guna mencapai sasaran (talenta) yang ia tetapkan,
memiliki kemampuan untuk mencapai sasaran (talenta) secara bertahap,
tak pernah berpuas diri tapi terus berusaha untuk pencapaian talenta yang lebih tinggi
dan terakhir adalah menetapkan waktu pencapaian (talenta) yang jelas.
Ke-5 langkah diatas menegaskan agar setiap kita harus menerima, melaksanakan dan mengembangkan talenta yang kita terima (miliki) dengan sepenuh hati, maka kita akan mendapatkan tidak hanya sebuah kapasitas yang bertambah besar (tanggung jawab lebih besar) tetapi juga sebuah suka-cita, kehormatan, kemulian, kelimpahan, dan kehidupan. Pencerahan ini dapat dibaca dalam cerita suci ini:
The servant who received five thousand talents came in and handed over the other five thousand coins; sir he said, look! There are another five thousand talents that I have earned. Well done, you good and faithful servant! Said his master. You have been faithful in managing small amounts, so I will put you in charge of larger amounts. Come on in and share my happiness. Mathew 25: 20-21
Ayat suci (Mathew 25: 20-21) memberi pencerahan bahwa setiap orang yang menerima dan tekun melaksanakan talentanya dengan sukses, tidak hanya mendapatkan tambahan kapasitas (dukungan moral maupun material untuk keberhasilan) tetapi juga ia akan diberi hak untuk turut berbagi dalam kesuksesan dalam sebuah kebahagian abadi.
Kontrakdiksi dengan Mathew 25: 20-21 diatas, Mathew 25:24-30 menyadarkan kita bahwa sesungguhnya tak ada dukungan moral maupun material (usaha, modal, strategi, teknologi) diberikan kepada mereka yang tidak bertanggung jawab untuk mengerjakan talentan yang Tuhan berikan. Artinya tidak ada hasil yang dicapai tanpa usaha atau tak ada orang akan memberi Anda modal usaha jika Anda hanya sebatas berkeinginan menjadi pengusaha.
Sudah sepatutnya Concepttual Learning anda jadikan pedoman kerja dengan mengikuti formula Thomas Watson, pendiri IBM berikut ini:
Rumuskan di kepalamu sasaran apa yang Anda ingin capai dalam hidup (Anda ingin menjadi Apa atau Anda ingin miliki apa)
Aktifkan pikiranmu untuk merumus dan menetapkan cara atau strategi yang tepat yang membantu Anda mencapai sasaran tersebut
Pilihlah cara/strategi yang tepat dari cara/strategi yang telah anda pikirkan. Lakukan cara tersebut dengan tekun dan sepenuh hati untuk meraih sasaran yang Anda tetapkan.
Formula Thomas Watson diatas mengajari kita untuk tidak melakukan sesuatu tanpa sebuah konsep yang smart. Konsep/perencanaan dapat menolong seseorang menetapkan seberapa besar dan sulit sasaranya, mengetahui seberapa besar kemampuan untuk mencapai sasaran, menetapkan tahapan pencapaian, memahami relevansi pencapaian terhadap kemajuan yang lebih tinggi dan mengetahui serapa lama pencapaian dapat terpenuhi.
Konsep sebagai Rancangan Tuhan
Konsep berfungsi selain sebagai sebuah kompas/panduan untuk menetapkan skala proritas, juga membantu mengontrol akal budi untuk tidak merancang hal-hal lain yang yang bertentangan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Konsep bukanlah sekedar hasil pengembangan pemikiran manusia belaka, tetapi konsep sesungguhnya, merupakan sebuah rancangan yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri. Sesungguhnya sejak awal penciptaan, Tuhan sendiri telah lebih dahulu memiliki rancangan bagi manusia yakni rancangan suka cita dan damai-sejahtera; sebuah rancangan yang menjadi harapan setiap insan, dan bukan rancangan kecelakaan seperti tertuang dalam sabda:
I alone know the plans I have for you, plans to bring you prosperity and not disaster. The plans to bring about the future you hope for.- Jeremiah 29: 11
Merujuk pada Firman diatas, sepatutnya kita harus memahami bahwa sebuah sasaran tidak akan gagal jika telah didasarkan pada sebuah pemikiran & perencaan yang matang. Perencanaan yang baik dapat memberi hasil yang lebih baik. Namun kerja tanpa sebuah perencanaan akan menghasilkan kekecewaan belaka seperti tertulis dalam ayat suci:
Plan carefully and you will have plenty; if you act too quickly, you will never have enough-Proverb 21:5
Manusia beriman akan sangat yakin terhadap keberhasilan setiap rancangannya, namun ia sekali-kali tidak mengandalkan kemampuan sendiri untuk melakukan rencananya, tetapi memohon pada Tuhan untuk memberkatinya. Setiap rencana yang telah diberkati memberi setiap pribadi kapasitas dan otoritas yang lebih besar untuk menyelesaikannya dengan berhasil seperti ditulis dalam ayat suci berikut:
Ask God to bless your plans and you will be successfully in carrying them out – Proverb 16: 3
Selain itu, sebuah konsep yang baik dapat juga membantu manusia menemukan alternatif atau solusi lain jika sasaran itu lebih besar dari kemampuan. Hal itu dengan jelas tertuang dalam ayat suci berikut:
If a king goes out with ten thousands men to fight another king who comes against him with twenty thousands men, he will sit down first and decide if he is strong enough to face that other king. If he is not he will send messengers to meet the other king to ask for terms of peace while he is still a long way off-Luke 14:31-32
Ayat suci diatas mengajari bahwa Raja yang kalah kekuatan, tahu bagaimana menghadapi raja yang lebih kuat daripadanya. Ia tidak akan kalah dalam peperangan karena ia telah memilih strateginya yang tepat. Dengan kekuatan negosiasi, ia dapat menghindari penderitaan yang akan mengancam rakyat (kerajaan)nya.
Melandasi praktek dengan ide, teori, filsafat atau konsep yang matang merupakan tradisi orang-orang berprestasi, dan kita patut menirunya. Mereka berhasil karena mereka sesungguhnya telah menerapkan suatu perencanaan dengan prinsip kehati-hatian seperti tertuang ayat suci berikut dalam hidup:
Plan carefully and you will have plenty; if you act too quickly, you will never have enough-Proverb 21:5
Sebab sesungguhnya sebuah ide tanpa praktek akan mandul, tetapi praktek tanpa ide akan statis. Demikian Nagome mengatakan "Praktek membutuhkan pemikiran. Jika pemikiran tidak diterapkan dalam praktek, praktek tidak akan lebih baik."
Dalam penelusuran yang dilakukan Quin Spitzer dan Ron Evan, penulis buku "Heads you win, how the best company think" (1997) terhadap sejumlah pengusaha sukses di dunia ini, termasuk Morita dari Sony dan Sam Walton dari Wal Mart, ditemukan fakta bahwa mereka hebat bukan hanya karena mereka banyak tahu (teori) dan bukan pula karena hanya banyak melakukan (practice). Mereka hebat karena mereka adalah orang praktek sekaligus orang konsep (people of action and people of thought)
Tujuan Tanpa Visi Misi
Sebaliknya ada orang yang bisa mencapai suatu tujuan tertentu tanpa menetapkan sasaran yang benar, tanpa rencana yang tepat dan juga tanpa melakssanakan rencana secara akurat. Tentu saja tujuannya itu tidak sama dengan tujuan yang biasa ditetapkan berdasarkan visi dan misi yang tepat. Tujuan yang ia capai tak didasarkan motivasi yang tulus dan memberdayakan. Sebagai contoh, kita dapat menemui ada orang berpura-pura serius bekerja saat ada pengawasan atau ia tekun bekerja sekedar untuk menyenangkan pimpinan. Ada orang lain telah bekerja keras karena ada kekuatiran berlebih terhadap kehidupan keluarga, pendidikan Anak dan juga karena dorongan keinginan dan bukan kebutuhan untuk memiliki sesuatu.
Cerita berikut dapat menolong Anda mengetahui bagaimana seseorang dapat mencapai tujuan yang tidak didasarkan pada visi-misi yang ditetapkan.
Selamat dari Kolam Buaya
Konon suksesi harus segera dilaksanakan di sebuah Kerajaan yang menjunjung tinggi paham patriaki. Namun, permasalahanya, sang Raja hanya memiliki seorang putri saja.
Sebagai solusi, sang putri yang sudah dewasa itu harus segera dinikahkan.
Sayembara diadakan untuk memilih pangeran-pangeran yang gagah perkasa dari negeri-negeri seberang sebagai menantu Raja dan sekaligus sebagai penerus Tahta.
Mengingat pentingnya kecerdasan dalam mengelola kerajaan, maka para pangeran tersebut wajib menjalani serangkaian ujian tentang tata-pemerintahan, pengelolaan sumber daya bagi kesejahteraan rakyat dan juga tentang strategi pertahanan dan keamanan.
Panitia seleksi sangt kesulitan untuk menetapkan calon Raja, karena ternyata para pangeran itu sama-sama memiliki kompetensi sangat tinggi. Sebagai solusi, sang Raja yang akan memimpin sendiri ujian sesi terakhir untuk memilih salah satu sebagai menantu dan sekaligus penganti Raja.
Para pangeran diminta berbaris diujung kolam renang, sedangkan Raja dan para Menterinya berada diujung yang lain. Ujian yang akan berikan Raja ini sangat sederhana, para pangeran hanya diminta beradu kecepatan berenang untuk mencapai ujung kolam dimana Raja dan para Abdinya berada.
Sekarang, kata Raja, saya akan menghitung mundur dari angka tiga, dan kalian harus segera melompat berenang secepatnya. Siapa yang finish pertama, dialah calon menantu dan sekaligus penganti saya. Sambil menyimak istruksi Raja, para pangeran mulai menyiapkan start dengan mantap bagaikan atlit-atlit profesional. Namun, lanjut Raja, kalian harus benar-benar menunjukan kehebatan yang luar biasa karena setiap peserta harus mampu mengatasi rintangannya masing-masing berupa seekor buaya lapar.
Tiga-Dua-Sa…..tu,begitu instruksi Raja, suasana menjadi hening karena ternyata tidak ada seorang pangeranpun yang berani begitu mengetahui setiap track kolam itu berisi seekor Buaya. Tiba-tiba kesunyian itu pecah karena ternyata ada seorang pangeran yang berani menceburkan diri kedalam kolam. Semua hadirin menjadi tegang menyaksikan bagaimana perjuangan sang pangeran menloloskan diri dari kejaran seekor buaya besar.
Selamat!!! sambut sang Raja dan tepuk tangan mengema saat pangeran tadi berhasil mencapai ujung kolam dengan selamat. Sambil memegang tangan pangeran muda pemberani itu, Raja berkata, hari ini juga para dewan kerajaan akan memahkotai mu sebagai penggantiku dan putriku akan menerimamu sebagai suaminya.
Mari kita memasuki ruang penobatan, ajak Raja.Namun, sang pangeran menjawab, tunggu dulu baginda, lupakan dulu segala perayaan yang telah disiapkan itu, sebab saya harus menemukan dulu siapa pangeran brengsek yang telah membahayakan nyawaku dengan mendorongku kedalam kolam buaya.
Cerita ini mengajari kita bahwa sang pangeran telah sampai finish bukan karena ingin menggapai tahta Raja dan menjadi suami sang Putri (visi-misi). Tetapi lebih disebabkan karena keterpaksaan atau niat yang tidak lahir dari dalam diri (hati). Dengan kata lain, pangeran itu telah berani berenang dengan kecepatan luar biasa karena didorong oleh seseorang, dan juga karena ingin selamat dari sergapan buaya bukan oleh visi dan misinya.
B. Belajar Mengkonsepkan Praktek (Practical Learning)
The excellence is not an action, but habitual – Aristotle.
Kita telah belajar bagaimana mempraktekan konsep (conceptual learning) dalam dua buah cerita "Berlari dan berlarilah lebih cepat dan Mati dan Selamat dari kolam Buaya." Kali ini kita akan belajar bagaimana mengkonsepkan praktek (practical learning) melalui cerita berikut ini:
Si Tukang (penjual) Air Vs Jagoan Panah
Konon pada sebuah pemukiman kumuh di Surabaya, hiduplah seorang tua. Ia tidak memiliki pekerjaan yang baik seperti kebanyakan warga. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, pak tua ini menjual air keliling. Ia memasok air kepada warung – warung kecil dan juga tetangganya yang tidak mampu berlangganan air dari Perusahaan Air Minum (PDAM).
Berbekalkan sebua gerobak dorong tua dan beberapa jerigin besar, pak tua, penjual air ini berkeliling dari satu RT ke RT yang lain. Tanpa mempedulikan terik matahari dan pengap asap kendraan, ia melayani setiap pelangan dengan setia dan tulus. Para pelangan sangat berterima kasih karena tanpa dia, mereka tidak akan pernah mendapatkan air bersih. Pak tua penjual air ini pun menjelma sebagai contoh - walau hanya menjual air keliling, ia dapat mengirimkan putra – putrinya ke Universita dan membantu orang lain yang berkekurangan.
Walau berstatus mahasiswa, putra si Tukang Air ini sangat rajin membantu melayani pelangan ayahnya. Ia sering mengantar air mengantikan ayahnya saat tak ada kegiatan kampus. Namun ternyata ada penganggu – Ia sering dilecehkan. Ada pemuda lain yang menganggap menjual air sebagai pekerjaan hina dan tidak memberikan pengalaman apalagi ketangkasan. Ia beranggapan demikian karena bisa mengikuti banyak kegiatan ketangkasan seperti memanah dan balapa.
Kehebatan memanah pemuda tersebut mendapat pujian banyak pihak karena ia selalu membidik dengan tepat apapun dan seberapa jauh sasarannya.
Mahasiswa anak penjual air tersebut sekali – kali tidak menceritakan pelecehan yang ia terima-lagi pula ia tak pernah minder, marah dan benci. Sebaliknya ia berusaha mencari kesempatan untuk memberi pelajar yang berharga bagi pemuda yang sombong itu.
Suatu sore, sambil mendorong gerobak berisi air, tanpa sengaja, putra si tukang air itu melewati tempat latihan memanah dari si anak muda yang sombong tersebut.
Oh …! Ini si penjual air yang mengaku sebagai mahasiswa itu. Untuk apa Anda datang ke sini – apakah anda ingin pamer bahwa kamu juga anak kampus yang tak berarti? Pergi sana atau aku dapat menghancurkan gerobak mu ini. Aku tidak mau melihat mu disini.Hardik si pemain panah dan teman – teman mainnya.
Maaf kawan, saya hanya lewat sini tanpa sengaja. Tetapi jika tidak berkeberatan, saya pun ingin bersyukur karena Tuhan telah memberi ketangkasan yang hebat atas ketekunan mu berlatih dan berlatih. Jika anda tak lelah berlatih, kelak anda bisa menjadi atlet panah professional dengan prestasi International. Sebaiknya anda jangan sombong! Jujur saja bahwa saya tak bisa bermain panah, namun, saya juga bisa menunjukan sebuah ketangkasan lain yang kamu tidak bisa. Kata anak penjual air.
Ah, theory, mana ketangkasan yang akan kamu tunjukan, tantang si jago panah.
Kawan, disini ada beberapa botol, bisakah Anda menuangkan air dari jerigen kedalam setiap botol tanpa tumpah? Ajak mahasiswa penjual air.
Dengan sombong sang jago panah menuangkan air kedalam botol. Karena tak berhasil, si penjual air berseru; oh, ternyata Anda tidak bisa sama seperti saya tidak bisa memanah dengan baik, tapi coba lihat apa yang saya lakukan – tidak ada setetes air yang tumpah, bukan? Hal ini perlu kamu ketahui bahwa saya sudah mendampingi ayahku menjual air sejak TK dan karena itu saya sangat tangkas dalam menuangkan air dari jerigen kedalam botol. Demikianpula Anda sangat mahir memanah karena telah berlatih dengan tekun, bukan? Nasehat mahasiswa penjual air.
Merujuk pada cerita diatas, kita dapat menemukan pembenaran bahwa baik itu ketangkasan mengisi air dalam botol maupun memanah didapat dari serangkaian praktek (pembiasaan) yang berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Stenberg, seorang psikolog dari Yale University, menemukan bahwa kumpulan dari praktek yang kita jalankan setiap hari memberikan sebuah tacit knowledge atau pengetahua naluriah. Tacit knowledge ini sangat membantu seseorang mengusai pekerjaan yang sedang dijalani.
Sebagai gambaran Prof Steinberg memberi contoh bahwa seorang sopir akan sangat ahli dalam mengemudi dan penguasaan jalan bukan karena kecerdasannya saat kursus montir, tapi karena ia telah berpraktek, praktek dan praktek.
Hal d berpraktek, praktek dan praktek diperkuat oleh Ted Williams dengan mengatakan "Orang selalu berkata bahwa bakat dan kejelian saya yang menjadi alasan kesuksesan saya. Mereka tidak pernah berkata tentang praktek, praktek dan praktek yang saya jalankan.
Praktek membuat kecerdasan bertambah. Tidak keliru orang mengatakan ’practice is good teacher.’ Karena praktek akan menghasilkan pengetahuan yang bisa kita gunakan untuk mempertajam naluri dan memperkuat ketahanan dan memperbaiki bobot keputusan.
Praktek dan Tantangan
Praktek yang tekun menghasilkan keahlian dan pencapaian keahlian itu pasti diwarnai dengan hambatan dan tantangn. Namun janganlah lari, karena setiap Tantangan akan melahirkan ketekunan, ketekunan mendatangkan tahan uji, tahan uji mengundang peneguhan Tuhan dan peneguhan Tuhan menciptakan harapan yang tidak mengecewakan.
Penemu hebat Thomas Alfa Edisonpun mengalami 9.999 kegagalan (tantangan) praktek, namun ketika ia ditanya apakah ia akan mengenapi kegagalannya menjadi 10.000, ia berpendapat: "saya baru saja menemukan 10.000 cara baru yang belum bisa bekerja secara optimal."
Sejatinya, dengan tantangan seseorang mendapatkan ujian yang memberdayakan, dan mendewasakan. Tanpa tantangan seseorang tidak akan pernah menemukan jalan keluar yang lebih baik. Setiap orang yang berani menerima tantangan adalah orang yang sedang menaikan bobot kepribadiannya (kualitas diri) ke level yang lebih tinggi. Tantangan yang Anda hadapi bukanlah sebuah kesia-siaan. Terimalah dan kerjakan setiap tantangan dengan sungguh dan tekun karena Tuhan telah menetapkannya sebagai jalan menuju keberhasilan seperti ringkasan kutipan suci berikut:
Trials result in ability to endurance; Endurance carries you all the way without failing. – James 1: 2 – 3 and 1Corinthians 10: 13
Sesungguhnya tantangan akan membuat anda menjadi tekun dan ketekuanan melahirkan kehebatan. Kehebatan bukanlah monopoli orang-orang tertentu saja. Kehebatan adalah buah dari ketekunan dalam tidakan-tindakan yang telah menjelma menjadi sebuah kebiasan yang baik. Demikian Aristotle berpendapat: Excellence is not an action but habitual.
Dengan apa kita dapat meningkatkan kemampuan dalam mempraktekan konsep? Seperti halnya seorang sopir, kita dapat meningkatkan kemampuan praktek dengan memperbanyak praktek atau mempraktekan konsep yang telah kita buat. Emile Chartier berkata "Tidak ada yang lebih membahayakan bagi manusia jika yang ia miliki hanya ide semata (ide tanpa praktek)."
Praktek dan berpraktek bukanlah sesuatu hal yang membosankan. Setiap praktek yang dikerjakan dengan sepenuh hati tidak akan berakhir dengan hampa. Tuhan maha pengasih dan penyayang selalu melimpahkan berkat dan anugrahNya kepada setiap umat yang tidak berpangku tangan seperti disabdakan berikut:
"For God will reward every person according to what he has done. Some people keep on doing good and seek glory, honor and immortal life. To them God will give eternal life." – Rome 2: 6 – 7
Sesungguhnya mempraktekan atau mengerjakan apa yang kita konsepkan merupakan wujud tanggung jawab terhadap Tuhan. Melalui berkerja, Tuhan telah menyertakan kita dalam keberlangsungan karyaNya di Bumi.Dan karena itu, kita akan mendapatkan anugrah berupa kesejahteraan dan kebahagian seperti disabdakan berikut:
Your work will provide for your needs; you will be happy and prosperous – Proverb 128: 2
C. Belajar meningkatkan Kecakapan Skill/Teknik (Technical Learning)
Seorang pelaut tradisional dapat mengarungi samudra raya dan bisa sampai di pelabuhan tujuan karena ia cakap membaca tanda-tanda langit (ilmu astronomi). Seorang petani tahu waktu yang tepat untuk membuka lahan, menabur dan menuai.Ia pandai membac tanda-tanda musim. Sungguh, Tuhan telah menetapkan segala sesuatu indah ada waktunya.
Dalam dunia kerja misalnya, kita membutuhkan alat-alat tertentu untuk mempermudah pekerjaan, maka kitapun harus pandai/terampil mengunakan alat-alat tersebut. Misalnya, seorang karyawan pabrik harus paham mengoperasikan mesin produksi. Seorang clerk harus pandai mengetik, mengunakan computer dan Internet. Penguasaan correspondence serta peningkatan distinctive capabilities seperti leadership, teamwork, process, tacit knowledge, adalah keharusaan saat ini bagi seorang pekerja.
Intinya, setiap pekerjaan membutuhkan peralatan dan peralatan membutuhkan skill-skill tertentu dan pelaku harus menguasainya. Tanpa skill yang memadai, hasil yang didapat tidak maksimal. Jika kita hanya memiliki skill yang biasa-biasa saja, sulit bagi kita untuk mendapatkan hasil lebih baik atau posisi lebih tinggi.
Skill Kerja
Belajar dan brusahalah senantiasa untuk meningkatkan skill anda agar setiap pekerjaan yang anda kerja dapat menghasilkan maksimal. Ada beberapa skill yang perlu kita miliki, kuasai dan tambahkan dalam dunia kerja antara lain:
Conceptual Skill: bagaiman mengkonsepkan pekerjaan
Technical Skill: bagaimana menjalankan alat yang dibutuhkan pekerjaan
Practical Skill: skill yang hanya bisa diasah dengan cara banyak melakukan praktek
Communication Skill: bagaimana membahasakan pesan suatu proses/pekerjaan yang akan dieksekusi
Apakah anda sudah melengkapi diri dengan skill atau teknik yang dibutuhkan pekerjaan anda? Beberapa skill seperti tersebut diatas sangat bermanfaat karena dapat menolong seseorang untuk antara lain:
Berpikiran besar & positif dan memiliki kemampuan untuk merumuskan pikirannya secara sistematis dan teratur
Memiliki daya konseptualisasi yang baik terhadap sebuah sasaran
Memiliki kemampuan penguasaan data yang baik
Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dalam menyampaikan pesan pekerjaan
Mempunya emosi yang terlatih, tenang dan seimbang sehingga tumbuh sebuah temperamen yang tenang dan jernih dalam menghadapi semua situasi, bahkan yang tersulit sekalipun.
Para pakar berkesimpulan bahwa semakin banyak dan semakin baik skill yang kita miliki dan kuasai, kita akan semakin powerful. Dalam dunia industri satu mesin dapat mengantikan 100 orang berskill biasa-biasa saja, tetapi peran satu orang yang sangat skillful tidak bisa tergantikan oleh satu mesin tercanggih sekalipun.
Oleh karena itu, pusatkan diri pada peningkatan skill (kemampuan) Anda yang unik seperti dalam kepemimpinan, teamwork, process, pengetahuan naluriah, dan lain-lain yang mustahil tergantikan atau tersaingi.
Stephen Convey & Zig Ziglar pernah mengatakan bahwa jika kita menggunakan cara yang sama dalam melakukan sesuatu atau melakukan hal yang sama berulang-ulang, janganlah kita mengharapkan hasil yang berbeda.
Jadi jelaslah bahwa skill adalah modal kerja yang sangat penting, sebab dalam praktek hidup, bukan jenis pekerjaan yang membuat nasib kita berubah (karier kita naik, turun atau tetap) melainkan kualitas dalam menangani pekerjaan itu (how well we are doing).
D. Belajar Membangun Hubungan
"To handle yourself, use your head; to handle others, use your hearth." – Donald Laird
Maukah anda ingin hidup menyendiri dan menyepi di suatu tempat terpencil? Atau apakah anda berketetapan untuk hidup bagi diri sendiri?
Manusia baru bisa memahami dirinya jika ia bisa membangun sebuah hubungan, interaksi dan komunikasi. Berkomunikasi dan berinteraksi dengan diri dan orang lain tentu melibatkan intelektual, emosi dan hati. Maka tidak heran jika berkomunikasi dan berinteraksi akan meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) – sebuah kecerdasan yang memberdayakan seseorang agar mampu mengelola hubungan dengan diri sendiri maupun hubungan dengan diri orang lain. Dan ketika kecerdasan emosional meningkat, maka hati akan turut melahirkan sikap simpati dan empati.
Setiap hubungan memiliki kadar kualitas yang ditentukan oleh cara membangun dan mengelolanya juga oleh kepercayaan yang terkandung didalamnya. Keharmonisan dapat lahir dari setiap hubungan jika pengelolaannya baik dan ada kandungan kepercayaan didalamnya.
Ada dua bangun hubungan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan seseorang; bangun hungun dalam diri dan hubungan dengan orang lain.
Belajar Membangun Hubungan Dalam Diri (Intrapersonal relationship)
Sesungguhnya tidak ada hubungan yang paling penting dan paling intim dalam hidup, selain membangun hubungan dengan diri. Tujuannya adalah untuk mengkomunikasikan semua harapan dan tujuan yang akan dicapai. Tanpa berkomunikasi dengan diri, hati kita akan tak mungkin menghasilkan pikiran untuk menetapkan sebuah saasran, merancang cara/strategi dan dan melakukan tepat seperti cara /strategi untuk meraih sasarannya.
Membangun hubungan dengan diri berarti berbuat sesuatu bagi diri, dan perbuatan pada diri itu haruslah berlandaskan kasih dan peneguhan bukan merendahkan, menghakimi, menakuti, membohongi atau mencederai. Dengan demikian hati akan menghasilkan semangat belajar yang tinggi dan ketetapan untuk melakukan apa yang dipelajari, maka sebuah hasil yang baik akan hadir seperti tertulis dalam ayat suci:
"Do ourselves a favor and learn all we can; then remember or do what we learn and we will prosper." – proverb 19:8
Oleh karena itu pandai-pandailah memilih hubungan yang akan anda bangun.
Namun, darimana membangun dan mengelola sebuah hubungan berkualitas dalam diri yang dapat menciptakan sebuah keharmonisan? Mari kita memulai hubungan dengan diri dengan melaksanakan langkah-langkah berikut:
1. Mulailah dari diri sendiri dengan sikap dan tindakan:
Bangunlah hubungan yang dapat menerima diri sepenuhnya berlandaskan kasih dan peneguhan bukan merendahkan, menghakimi, menakuti, membohongi atau mencederai. Hubungan demikian akan terbangun dalam hari-hari anda jikalau anda mengwali hari Anda dengan kasih, mengisi hari Anda dengan kasih dan mengakhiri hari Anda dengan syukur
Ciptakan sebuah kenyamanan diri sehingga ia (diri) mampu menerima diri seutuhnya (apa adanya). Tujuannya untuk memperbaiki, menyempurnakan dan mengubah ke arah lebih baik. Demikian J Campell menyimpulkan "Paradoks kehidupan yang sering saya rasakan adalah menerima keadaan diri apa adanya dan barulah saya mengubahnya." Sedangkan Lowell berkesimpulan "Prestasi besar tidak bisa dihasilkan oleh orang yang tidak bisa menerima diri secara utuh."
Pastikan semua yang anda lakukan dapat senantiasa memenuhi hati Anda dengan suka-cita dan membuat hati Anda selalu bersyukur dalam segala situasi. Ini adalah perintah Tuhan bagi mereka yang ingin hadirat Tuhan ada dalam diri mereka. Baca:
2Thessalonians 5:16-18 Be joyful always, pray at all times. Be thankful in all circumstances. This is what God wants from you in your life in union with Jesus Christ.
Hati yang bersyukur tak hanya berkelimpahan dalam kasih, tetapi juga mampu melepaskan pengampunan dan berbagi dalam suka dan duka. Hati bersyukur mampu mengubah penderitaan menjadi kebahagian dan bertekad menghadapi tantangan yang lebih besar. Kitalah yang harus lebih dahulu menciptakan keharmonisan dengan berbuat pada diri yang dilandaskan pada cinta dan kasih dan itu adalah perintah yang telah diturunkan Tuhan seperti tercatat:
"Do ourselves a favor and learn all we can; then remember or do what we learn and we will prosper." – proverb 19:8.
Demikian juga Mahatma Gandhi berpesan "ketika putus asa, saya selalu ingat bahwa dalam sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuh yang sepintas seperti pemenang, akhirnya kalah. Pikirkan SELALU ucapan saya ini."
2. Jadilah pemimpin diri dengan sikap dan tindakan:
Peran dan Tugas. Sebagai pemimpin diri, kita berperan menyadarkan diri untuk mengikuti kehendak diri yang baik. Juga bertugas untuk menciptakan perubahan penting dan konstruktif. Pemimpin diri tidak membiarkan diri dikontrol tapi mampu mengendalikan diri saat ada pencobaan. Orang yang tak bisa mengendalikan diri dengan baik umumnya tak memampu untuk bisa menggunakan akal sehat, ilmu pengetahuan, pengalaman dan kesadaran yang dimiliki guna bangkit lagi dengan cara yang lebih baik. Seorang pemimpin diri biasanya memiliki kualitas berikut:
Sabar. Orang yang tergesa-gesa sering menyebabkan kekacauan dalam tugas. Hasil yang didapat tidak optimal baik dalam kuantitas maupun kualitas. Kesabaran adalah perintah Tuhan yang harus kita patuhi karena memampukan seseorang untuk hidup teratur dan tekun dalam tugas serta mampu mengendalikan situasi seperti di firmankan:
"It is better to be patient than powerful; it is better to win control over yourself than over the whole country." – Proverb 16:32.
Terinspirasi oleh Proverb 16:32, Benjamin Franklyn, mantan Presiden USA mengatakan: "untuk menjadi orang jenius dibidang kita, kita dituntut satu bakat yang ia sebut bakat SABAR. Sehebat apapun kemampuan/bakat alamiah anda, tak akan memberi keuntungan jika anda tidak SABAR memperjuangkan, mengasah dan memberdayakannya."
Sabar akan membuat hati, pikiran dan tindakan akan menjadi selaras. Selaras untuk merencanakan dan sabar untuk melakukannya maka kita akan mendapatkan hasil lebih optimal seperti tertulis:
Plan carefully and you will have plenty; if you act too quickly, you will never have enough-Proverb 21:5
Sedangkan Einstein berbagi pengalaman berikut: "Tidak ada karya hebat yang lahir dari seseorang yang sedang dilanda kegundahan."
Sadar Diri. Dengan mengenal diri, kita mampu mengenal diri orang lain, mempengaruhi dan berbagi pengalaman dengan mereka. Orang yang sadar diri adalah orang yang memiliki tujuan hidup. Ia menetapkan target-target yang harus dicapai (mau jadi apa atau mau memiliki apa) pada waktu yang ditetapkan. Orang sadar diri akan melengkapi diri dengan pengetahuan, cara dan strategi untuk mencapai tujuanya. Ia akan selalu belajar untuk menghadapi tantangan lebih besar dan ia mampu dengan cepat mengeluarkan diri dalam putus asa, trauma dan ia tak akan mengalami luka batin saat gagal.
Sebaliknya orang yang lupa diri tidak memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan diri. Ia tidak peka terhadap suara hati serta menghakimi diri tidak berarti seperti rujukan suci berikut:
"I do not understand what I do; for I do not do what I would like to do but instead I do what I hate" – Rome 7:15.
Senada sabda diatas, Ronggowarsito mengingatkan bahwa "seuntung-untung orang yang lupa diri tak mungkin lebih untung daripada orang yang sadar diri". Sedangkan dari Doktrin Samurai kita belajar bahwa "jika hubungan kita dengan diri sendiri kacau, teknik/senjata yang benarpun tidak akan bekerja dengan benar."
Sabda dalam kitab Roma 7:15, doktrin Samurai dan pendapat Ronggowarsito mengispirasi kita bahwa manusia gagal dalam hidup bukan karena kurang kapasitas/kemampuan tetapi karena ia kalah mengontrol diri sehingga cendrung melakukan apa yang menjerumuskan yang seharusnya ia benci. Orang sadar diri melihat masalah dan menghindarinya sedangkan orang lupa diri hanya akan menjerumuskan diri seperti rujukan suci:
"Sensible people will see trouble coming and avoid it, but unthinking person will walk right into it and regret it later"- Proverb 22:3
Memiliki harapan. Orang yang memiliki harapan mengutamakan perbuatan baik (pekerajaan Tuhan) dan tidak cemas terhadap hari esok. Ia fokus pada hari ini sebagai landasan keberhasilan hari esok, namun tak lupa belajar dari hari kemarin sebaliknya. Orang berpengharapan melandaskan semua hidupnya (kata & perbuatan) pada kebenaran, karenanya ia akan menerima dari Tuhan seperti difirmankan berikut:
"Be concerned above everything else with the kingdom of God and with what he requires of you and he will provide you with all these other things. So do not worry about tomorrow, it will have enough worries of its own. There is no need to add to the troubles each day brings".– Mathew 6:33-34

Meraih kemenangan diri terlebih dahulu. Orang sukses biasanya menerima orang lain dan lingkungan sebagai factor pendukung bagi keberhasilannya. Namun dukungan itu mustahil datang kepada orang yang belum memenangkan diri (tidak siap). Herry S Truman, mantan Preseiden USA mengatakan "semua orang berprestasi di Dunia ini memilikki kesamaan yaitu mereka meraiah kemenangan diri terlebih dahulu baru kemudian meraih prestasi." Artinya, tak mungkin memaksa keadaan atau orang lain agar mendukung usaha, keberhasilan dan kebahagian kita. Kitalah yang harus bekerja keras terlebih dahulu seperti tertuang dalam firman berikut
"Work hard, don’t be lazy. Serve the Lord with a heart full of devotion. Let your hopes keep you joyful. Be patient in all your troubles and pray all the times" – Rome: 12:11
Belajar Berhubungan dengan Orang Lain (Inter-personal relationship)
"You can make more friends in two months by becoming interested in other people than you can have two years by trying to get other people interested in you." Advised David Carnegie.
Sebuah hubungan dapat terbangun diantara dua orang atau lebih karena ada sebuah kepercayaan yang tercipta diantara mereka. Sebuah hubungan mustahil terbangun tanpa kepercayaan. Demikianpula sebuah hubungan tak akan memiliki kualitas jika tak ada kadar kepercayaan yang cukup didalamnya.
Hubungan dan Kepercayaan ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, tapi tak dapat dipisahkan. Setiap sisi memiliki nilai yang saling melengkapi dan dapat diterima oleh umum, tentu karena telah melekat kepercayaan yang sama terhadap kedua sisi itu.
Orang dapat membangun hubungan didorong oleh keinginan untuk bersoasialisasi, karena melalui soasialisasi, mereka saling mengisi dan melengkapi. Jadi mustahil seseorang ingin hidup menyendiri dan menyepi di suatu tempat terpencil dan juga seseorang tak mungkin hidup bagi diri sendiri
Oleh karena itu apapun yang anda sedang dan akan anda kerjakan, dan apabila itu berkenaan dengan orang lain maka anda sedang melakukan pekerjaan membangun hubungan.
Hubungan dapat membuat segala sesuatu dapat berproses, berjalan atau terjadi. Misalnya, jika anda menjual barang, orang berpendapat anda sedang melakukan bisnis penjualan. Sebenarnya, anda tentu tak sedang melakukan bisnis penjualan, melainkan bisnis membangun hubungan. Barang anda hanya bisa terjual melalui hubungan yang anda bangun dengan orang lain, bukan? Hal ini juga terjadi dalam semua lini kehidupan. Para staff sebuah kantor dapat melaksanakan pekerjaan mereka tentu tak lepas dari sebuah landasan hubungan yang sudah terbangun dalam management. Artinya, keberlangsungan dan juga keberhasilan sebuah usaha tak akan terlepas dari sebuah bangunan hubungan dengan keharmonisan yang tercipta didalamnya .
Setiap hubungan memiliki kadar kualitas dan setiap hubungan yang berkualitas mendorong lahirnya keharmonisan. Kualiatas sebuah hubungan tidak hanya ditentukan oleh cara membangunnya. Tetapi juga lebih ditentukan oleh kandungan kadar kepercayaan dan juga oleh cara mengelolanya.
Manfaat Membangun Hubungan
Setiap hubungan mempunyai tujuan dan manfaat tertentu bagi pribadi-pribadi yang membangunnya. Orang umumnya membangun hubungan dengan orang lain karena tujuan/manfaat berikut:
Melakukan Perbuatan Baik.
Dalam hidup kita temui ada orang yang berhasil dan ada yang gagal. Orang sukses akan mudah membangun hubungan sedangkan orang yang tak beruntung dalam hidup biasanya dimarginalkan. Namun itu tak berlaku bagi orang yang telah bebas dari belenggu harta dan tahta. Mereka menerima orang tak beruntung sebagai anugerah untuk dapat mewujudkan kasih dengan berbagi dalam motifasi, pengajaran, bimbingan dan bahkan materi.
Tujuanya adalah membuat orang lain merasa bernilai dan menjalani hidup lebih baik. Banyak orang sukses ingin membangun hubungan guna menyalurkan kasih atau mengamalkan hukum menabur dan menuai seperti tercatat dalam kitab suci. Namun pastikan semua yang anda lakukan harus benar-benar bermanfaat dan bukan untuk memanjakan orang yang tak beruntung atau mencari pengakuan/pujian bagi diri sendiri seperti tertulis dalam ayat suci:
When you do a good deed, make sure you know who is benefiting from it; then what you do will not be wasted – Sirach 12:1
Menemukan suatu kenyamanan dari Anda.
Anda ingin memperluas usaha dengan membangun hubungan atau kerjasama? Orang lain akan engan bekerjasama jika mereka tidak menemukan suatu kenyamanan dari Anda. Oleh karena itu, pastikan bahwa apa yang anda miliki atau tawarkan tidak hanya unik, unggul dan menguntungkan tapi juga menarik dan menyenangkan orang lain. Misalnya sebagai pedagang, anda harus membuat apa yang anda jual memiliki daya tarik, menyenangkan dan inspiratif karena itu adalah awal keberhasilan dari keseluruhan proses penjualan anda.
Jadi, jika apa yang anda kerjakan dalam hidup dapat membuat pelangan bahagia dan terinspirasi, maka yakinlah bahwa mereka tidak hanya akan berjalan melainkan berlari menemui anda untuk bekerja sama.
Berbagi Keberuntungan.
Membangun hubungan dapat mendatangkan keuntungan bagi keberlangsungan setiap usaha, tapi bukan keuntungan semata sebagai fokus usaha anda. Masih ada visi lebih mulia yakni jadikan usaha anda bernilai bagi masyarakat dan dapat mengubah kehidupan disekitarnya menjadi lebih baik. Jika anda dapat memenuhi visi ini, anda telah menemukan keberadaan usaha anda dan juga telah mencapai tujuan yang tepat.
Oleh karena itu tanamkan dalam hati bahwa keuntungan adalah sebuah pencapaian sebagai akibat pilihan dan pengakuan masyarakat. Kuntungan bukan sebagai refleksi keserakahan perusahaan, tetapi sebagai pengakuan bahwa apa yang anda tawarkan dihargai. Ini adalah superior value yang harus diamalkan-demikian kata Konosuka Matsushita "Profit should be a reflection not of a corporate greed but a vote of confidence from society that what is offered by the firm is valued".
Dari gambaran ini, jelaslah bahwa berbagi keberuntungan perusahaan dengan Stakeholders (Masyarakat, Customers, Pemegang Saham, Karyawan dan Management) bukan sebagai tanggung jawab semata tetapi lebih sebagai motivasi untuk mendorong pencapaian/keberhasilan lebih besar.
Berbagi tangung jawab.
Kepercayaan adalah landasan bagi dua atau tiga orang untuk berbagi tanggung jawab. Setiap orang biasanya akan bertindak untuk dan atas nama diri atau orang lain dalam melakukan sesuatu. Dengan kepercayaan kita mudah beriteraksi guna memahami keinginan dan kebutuhan orang lain. Teatpi juga agar kita mudah mengkomunikasikan value, visi dan misi guna membangun sebuah kerja sama yang lebih besar. Peter Drucker, pakar Management mengatakan bahwa kemampuan mendengarkan keinginan orang lain yang tak terucapkan merupakan pilar utama komunikasi.
Berbagi keuntungan dan tanggung jawab dalam sebuah hubungan dapat membangkitkan semangat dan rasa turut memiliki baik dari orang-orang anda maupun masyarakat sekitar.
Menilai diri
Anda tidak akan mengetahui seberapa besar kemampuan diri hingga Anda menemukan seseorang yang dapat berbuat lebih baik. Orang lain adalah cerminan bagi diri kita dan sebaliknya kita adalah cerminan bagi orang lain. Bruce Lee mengatakan, bekerjasama dengan orang lain akan memperbaiki penilaian diri terhadap keunggulan yang kita miliki. Orang yang tidak bisa bekerja sama dapat bertumbuh menjadi pribadi yang sombong atau sebaliknya menjadi rendah diri.
Belajar mengembangkan diri.
Bergaul dengan penjual parfum, kita dapat percikan aroma wangi, tapi berhubungan dengan pandai besi, kita dapat percikan api. Berhubungan dengan pekerja keras, kita akan turut berbagi dalam kesuksesan. Tetapi bergaul dengan para pemalas kita hanya akan menyengsarakan diri.
Disadari atau tidak, orang yang kita kenal memberi pengaruh baik atau buruk secara signifikant terhadap pertumbuhan kita. Oleh karena itu kita harus siap guna menambah nilai diri bukan sebaliknya terinfeksi sisi negatif dari sebuah pergaulan. Hal itu dinyatakan dalam ayat suci berikut:
If you touch tar, it will stick to you and if you keep company with arrogant people, you will come to be just like them-Sirach 13:1.
Demikian Dahlan Iksan mengatakan "saya dapat menjadi pengusaha karena tertular pimpinan saya." Dahlan Iskan bertumbuh menjadi orang sukses dalam usaha dan kepemimpinan karena ia telah belajar dari orang yang memiliki kepemimpinan dan keteladanan yang luar biasa. Gordon Dryden & DR. Jeannette Vos menyarankan untuk menambah keahlian teknis dan keahlian profesional yang ingin kita kuasai, sebaiknya kita perlu belajar dari orang lain yang sudah bisa.
Dari penjelasan- penjelasan diatas kita dapat belajar bahwa dengan membangun hubungan, seseorang dapat menemukan bagaimana mengembangkan diri. Membangun hubungan juga mendorong dua atau tiga orang saling memilih untuk saling memahami dan berbagi tanggung jawab dan juga berbagi keberuntungan. Orang sukses memiliki kemampuan menjalani hidup yang seimbang yang ditandai oleh keseimbangan memberi dan menerima dalam sebuah hubungan. Setiap interpersonal relationship dibangun atas fakta hidup ini. Barangsiapa yang selalu memberi saja atau sebaliknya menerima saja bertindak melawan hukum keseimbangan ini. Kebenaran hakiki ini valid tanpa pengecualian bagi setiap orang yang berhubungan dengan orang lain dimanapun.
Orang gagal engan membangun hubungan atau bekerjasama dengan orang lain. Biasanya orang gagal merasa membangun hubungan hanya akan merugikan dirinya. Sebaliknya orang sukses selalu ingin membangun hubungan dan menempatkannya sebagai tujuan. Dengan membangun hubungan, orang sukses akan selalu belajar baik dari diri, rekan, advisers, coacher, consultants, team members, suppliers, customers dan competitors.
Belajarlah pada pribadi, tempat atau situasi yang berperan sebagai sumber pencerahan yang dapat memberi pemahaman, peneguhan (kekuatan) dan pengertian. Orang yang belajar dari sumber yang tepat sesungguhnya akan menemukan dan memiliki kehidupan, mendapatkan tuntunan dan juga damai, hal itu tertuang dalam ayat suci:
"Learn where understanding, strength and insight are to be found. Then you will know where to find a long and full life, light to guide you and peace."-Baruch 3:14
Juga tak lupa untuk selalu menempatkan mantan seniornya sebagai sumber inspirasi seperti tersirat dari cerita berikut.
BELAJAR DARI KATAK
Konon ada sebuah perusahaan yang dulunya tumbuh pesat, sedikit mengalami keguncangan hari-hari ini. Kemunduran itu terjadi bukan karena management dan kepemimpinan yang kurang credible. Tidak juga disebabkan oleh hal-hal Strategic Framenya terdegradasi menjadi Blinder (pembuta), Prosesnya diterima sebagai Rutinitas, Relationshipnya menjelma menjadi Shackle (kerangkeng), dan atau Valuenya telah diamini sebagai sebuah Dogma (iulasan Donald N Sull dalam artikel "Why Good Companies Go Bad" di Harvard Business Review). Namun, kemunduran itu mungkin lebih disebabkan oleh krisis global akhir-akhir ini.
Banyak cara sudah dilakukan oleh management, termasuk CEO berkonsultasi dengan para senior yang sudah purna-bakti. Namun belum terlihat tanda – tanda perubahan menuju kemajuan.
Disuatu pagi, CEO perusahaan tersebut berkonsultasi sekali lagi dengan seniornya yang sangat ia hormati. Dalam percakapan via telepon pagi itu, sang senioryang sudah purna-bakti mengundang juniornya untuk makan siang di rumahnya. Namun, ada syarat – bahwa CEO muda tersebut harus membawa dua ekor katak hidup yang cukup sehat. Mendengar syarat tersebut, CEO muda tadi bergumam; seperti mau ke dukun saja, kok harus ada syarat (bawa katak) segala. Namun, ia tak berani menolak dan tidak juga ingin menanyakan manfaat dari katak-katak itu.
Siang itu, ketika CEO muda tersebut tiba, sang senior sedang menunggunya di sebuah taman, disamping kolam ikan dibelakang rumahnya. Silahkan duduk, sambut mantan CEO tersebut penuh ramah. Sambil menikmati hidangan yang disajikan, mereka berdiskusi panjang-lebar tentang krisis yang sedang menyerang.
Selesai makan, sang senior meminta dua ekor katak yang ia pesan, lalu menunjuk ke arah dua panci berisi air didepan mereka. Tugas mu adalah, lanjut sang senior,
masukkan katak pertama kedalam panci pertama. Apa yang terjadi? CEO muda menjadi kaget karena katak tersebut langsung meloncat dan mendarat tepat pada kolam ikan. Anda tahu mengapa? Tanya mantan CEO. Sambil memasukan tangan kedalam panci, CEO muda itu menjawab, oh, ternyata pemicunya adalah air hangat dalam panci.
masukan katak yang lain kedalam panci kedua, perintah sang senior. Ternyata katak tersebut langsung menyelam dan berdiam didasar. Karena ia tahu panci kedua berisi air segar plus sedikit es.CEO muda itu berkomentar ‘Wah enak benar katak kedua, ia mendapatkan kesegaran yang luar biasa.
Namun tugas mu belum selesai dengan katak yang satu ini, kata seniornya. Sekarang, angkatlah panci berisi katak tersebut, letakkan ditas kompor itu lalu nyalakan dengan api yang sangat kecil. Pada tahap ini, baik CEO senior maupun CEO yunior sama – sama mengamati apa yang akan terjadi.
Api kompor yang kecil itu mulai mengubah air yang segar dalam panci menjadi hangat dan kian lama kian panas.
Apa yang terjadi? Sayang sekali bahwa ketika air mulai mendidih, katak tersebut sudah tidak punya kesempatan lagi untuk melompat keluar dari panci. Ia mati dan berubah menjadi katak rebus (suikey).
Sambil, tersenyum sang senior berkata, baiklah anak muda, sekarang pulanglah dan tetapkan pilihanmu. Apakah Anda ingin menjadi hidangan istimewa, maka jadilah katak suikey. Tetapi jika Anda ingin berenang bebas bersama ikan dan makluk air yang lain, maka segeralah loncat sekuat tenaga guna menemukan sumber air segar disekitarmu.
Saran saya, lanjut sang senior, belajarlah dari katak pertama (meloncat dari panci air hangat) dengan melibatkan seluruh anggota organisasi yang anda pimpim. Libatkan mereka didalam training, workshop, member circle, teaching dan coaching. Anggota organisasi adalah asset yang paling penting karena teknologi, produk dan susunan organisasi dapat ditiru oleh para pesaing. Namun dengan belajar bersama seorang karyawan yang cerdas, terlatih dan memiliki kepedulian terhadap perusahaan membantu anda keluar tidak hanya dari krisis ini tetapi perusahaan anda akan menjelma menjadi sebuah organisasi yang menjadi panutan. Anda akan sangat disayangi dan dihormati karena perusahaan dengan seluruh sumber dayanya akan bertumbuh menjadi sebuah perusahaan seperti digambarkan berikut ini:
Menjelma sebagai wadah terjadinya kolaborasi, kemandirian, kepercayaan dan kenyaman kerja bagi keberhasilan pelayanan customers/clients
Menciptakan customer superior value dengan selalu bersama, mendengarkan dan ber partner dengan Customers
Membangun empowered and talented team untuk menjadi kompetent dan cerdas, tapi yang lebih penting adalah menyadarkan setiap orang memberi kepedulian sama seperti yang diberikan management dan/atau Shareholders terhadap kemajuan
Menjadi sebuah winning organization yang menerima keuntungan sebagai sebuah pengakuan masyarakat bahwa apa yang kita tawarkan mendapat penghargaan
Berbagi company’s fortunes dengan Stakeholders sebagai motivasi terhadap suatu pencapaian yang lebih besar







DAFTAR PUSTAKA
AN Ubaedy & Imam Ratrioso, PSi 2005 – Refleksi Kehidupan, Elex Media Komputindo
Joel Osteen 2007 – Starting Your Best Life Now, Immanuel
Alan Lakein 2007 – Management Waktu, Mata Katulistiwa
Richard Carlson 2001 – Don’t Sweat Small Staff At Work, Gramedia
Lilian Too 2001 – Inner Fengsui, Elex Media Komputindo
Robert Bruce Shaw 1997 – Trust in the Balance, Jossey Bass Inc
Fritz Ridenour 2002 – How to be Christian without Religious, Gloria Graffa

Kamis, 05 Februari 2009

Kutipan RENUNGAN

Tetapi arahkanlah pikiran Anda pada Dia yang telah berjanji, "orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat KEKUATAN BARU" (Yesaya 40:31)

Pengetahuan di otak kita akan memotivasi tindakan-tindakan kita. Dan tindakan-tindakan kita akan menghasilkan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan kita. Dan kebiasaan-kebiasaan tersebut akan menghasilkan karakter dalam kehidupan.

Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. Anak-anak bangun dan menyebutnya berbahagia ( Amsal 31: 25 - 28


Isilah otak (pikiran) kita dengan Firman Tuhan dan hiduplah di dalamnya, karena Firman Allah adalah pribadi Allah. Allah adalah Firman, dan Firman adalah Allah, Yoh 1:1.



Peranan seorang ibu berharga di mata Tuhan, harga yang tidak seorangpun berani meremehkan atau menyalahartikannya (Helen Hunt Jackson)



Kaum pria harus mau belajar untuk mendengar, karena mendengar adalah suatu bentuk pelayanan.

Tidak ada bahasa dapat mengungkapkan kuasa, keindahan, ketangguhan serta keagungan kasih seorang ibu. Kasih ibu tidak menciut ketika laki-laki gemetar ketakutan, dan bertambah kuat ketika laki-laki lemah, dan memancarkan cahaya kesetiaan yang tidak terpadamkan atas keberhasilan dunia yang sia-sia seperti sebuah bintang di langit (E.H Chapin)




Kepriaan bukanlah sesuatu yang mistik. Kepriaan merupakan suatu proses yang harus dibangun setahap demi setahap, setingkat demi setingkat, dan keputusan demi keputusan.

Ibu saya menanam benih iman dan menyiraminya dengan kasih (Alice Gray)


Tampaknya hal tersulit yang harus dilakukan seorang laki-laki ialah mengakui bahwa ia salah, padahal itu merupakan langkah pertama dalam kejantanan.

Kasih Ibu adalah bahan bakar yang memampukan seorang manusia biasa melakukan hal yang luar biasa (Marrion C. Garrety)


Pria yang sudah ditebus oleh DARAH YESUS adalah pria yang hidup dalam terang. Dan ciri dari terang adalah hidup secara terang-terangan/ keterbukaan.

Seratus tahun yang akan datang bukan lagi masalah jenis kendaraan apa yang saya kendarai, jenis rumah mana yang saya tempati, berapa banyak uang yang saya miliki di bank, atau bagaimana model pakaian yang saya kenakan. Namun seratus tahun yang akan datang, dunia ini mungkin sedikit lebih baik karena saya penting bagi kehidupan seorang anak.




Pria yang sudah menikah namun masih berusaha hidup sebagai lajang, adalah pria yang sengsara.

"Ibu" berarti mengabdi tanpa mementingkan diri sendiri, berkorban tanpa batas, dan mengasihi melampaui pemahaman. (Penulis tak dikenal)


Keberanian seorang pria sejati diawali dengan keberanian untuk melakukan restorasi diri sendiri.

Kita dapat mengharapkan perlakuan yang istimewa, bukan karena siapa diri kita, tetapi karena milik siapa kita


Setiap pria mempunyai tiga pribadi yang harus dihadapinya: pribadi yang dilihat oleh orang lain, pribadi yang dilihat oleh dirinya sendiri, pribadi dia yang sebenarnya.

Lapangkanlah tempat kemahmu dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kukuh-kukuh patok-patokmu!Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi (Yesaya 54: 2-3)




Jujurlah terhadap diri sendiri secara pribadi, jangan membohongi diri sendiri, sebab orang yang membohongi dirinya (antara perkataan dan hatinya tidak sama), hati/kepribadiannya akan membatu (menjadi keras).

Seorang wanita yang menciptakan dan mempertahankan sebuah keluarga, dan di dalam tangannya anak-anak bertumbuh menjadi pria dan wanita yang kuat dan suci, adalah seorang pencipta kedua setelah Tuhan (Helen Hunt Jackson)



Kebutuhan wanita yang utama adalah "kemesraan" dan bukanlah seks seperti pria.

Harga diri yang sejati hanya didasarkan pada apa yang Tuhan katakan tentang saya, bukan pada apa yang saya pikirkan atau rasakan tentang diri saya. Saya adalah pribadi seperti Tuhan katakan.


Ketegasan dan konsistensi seorang pria yang sangat dibutuhkan dan memberi rasa aman bagi pasangannya.

Keluarga adalah suatu tempat di dalam dunia di mana masing-masing hati saling percaya. Tempat untuk percaya diri. Tempat di mana kita menyingkapkan topang hati yang dingin dan terselubung, yang dipaksakan oleh dunia untuk dikenakan dalam membela diri…Keluarga semata-mata merupakan tempat kasih (Frederick W. Robertson)




"Kata-kata" adalah salah satu dari bahasa cinta, dimana kita mengekspresikan cinta itu kepada pasangan kita. Semakin banyak kita menabur kata-kata cinta baginya, semakin banyak pula kita akan menuai keindahan cinta darinya (II Kor 9:6).

Ibu saya dengan ketulusan hati seorang ibu, menolong mengatasi semua kesusahan saya, luar dan dalam, meskipun bertentangan dengan kenyataan, ia terus menubuatkan yang baik (Thomas Carlyle)


Kata-kata positif dan membangun yang diberikan oleh suami bagi istrinya akan membuat sang istri bertumbuh dan berbuahkan pula hal-hal yang positif dan baik pula (Mat 12:33).

Tidak ada yang dapat menghentikan (IBU) yang memiliki SIKAP MENTAL yang BENAR (Thomas Cariyh)


Ketika anak-anak melihat ayahnya mencintai ibunya, hal itu akan memberikan rasa aman bagi mereka.

Tatkala seorang anak dilahirkan,di saat yang bersamaan lahirlah sang ibu. Sebelumnya dia tak pernah hadir. Kewanitaannya hadir, tetapi sebagai ibu tidak pernah hadir. Menjadi seorang ibu adalah mutlak sesuatu yang baru (Penulis tak Dikenal)

Tanggung jawab terhadap kesuksesan tergantung pada kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap kegagalan.

Firman Tuhan berkata, "Kita ini buatan Yesus" (Efesus 2:10). Kata buatan menyiratkan bahwa Anda adalah suatu"pekerjaan yang sedang dalam proses"


Tuhan mencari pria yang bertanggung-jawab sekalipun ia gagal, karena tanggung-jawab adalah sikap hati yang sangat diberkati Tuhan. Berkat Tuhanlah yang membuat pria menjadi sukses.

Ibu saya adalah sorang wanita yang berbicara melalui hidupnya (Kisaya E. Noda)


Daripada melawan atau kabur, lebih baik gunakan krisis sebagai waktu untuk bertumbuh.

Anda akan menemukan, saat Anda menengok hidup Anda di masa lalu, dimana momen-momen yang sungguh Anda hidupi adalah momen ketika Anda sudah menyelesaikan sesuatu dalam semangat kasih (Henry Drummond)



Orang-orang yang tidak lari dari tanggung-jawab pada waktu krisis terjadi adalah orang-orang yang mempunyai daya juang yang tinggi dan kreativitas yang tinggi..

Jika Anda mulai bertindak seperti seorang pemenang, berbicara seperti seorang pemenang, melihat diri Anda sendiri lebih dari pemenang, maka Anda akan emiliki hidup yang makmur dan berkemenangan.


Pria sejati melihat krisis sebagai waktu untuk berubah: dari yang kurang kepada yang lebih, dari yang kecil kepada yang lebih besar.


Arahkan pikiran Anda tetap pada kenyataan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang mengerjakan mukjizat. Katakanlah pada gunung-gunung yang merintangi Anda tentang betapa besar Tuhan Anda


Pria sejati harus mempunyai pandangan seperti Tuhan memandang. Pria yang mempunyai pandangan Illahi adalah pria yang selalu berada dalam medan roh Allah (aerah dimana Tuhan berada).

Kebahagiaan seorang ibu bagaikan menara api, menyinari masa depan, tetapi juga memantulkan masa lalu di dalam bayangan kenangan yang manis (Honore de Balzac)


Tuhan dan wanita menginginkan agar pria memiliki konsistensi, ketegasan dan kekuatan.

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya (Yesaya 26:3)


Seorang pria tidak memiliki suatu pernikahan, dia hanyalah seorang pengelola dari cinta istrinya.

Seorang anak perempuan ditanya dimanakah rumahnya, dia menjawab, "Rumah saya adalah tempat di mana ibu saya berada." (Keith L Brooks)


Kaum prialah yang menghasilkan bangsa. Suatu bangsa akan besar bila kaum prianya besar. Suatu bangsa akan kuat bila kaum prianya kuat.


Ketika Anda memandang mata ibu saya, Anda tahu seperti yang Tuhan sudah katakan kepada Anda, mengapa Dia mengutus para ibu ke dunia ini, yaitu untuk membuka pikiran semua orang yang memandang pada pikiran indah (Sir James M. Barrie)



Ketika komunikasi berhenti, keabnormalan masuk.

Kita dapat memilih pikiran kita. Tidak seorang pun dapat memaksa kita untuk memikirkan suatu cara tertentu


Komunikasi adalah dasar kehidupan.

Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Tuhan, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4: 6-7)




Semakin kuat seorang pria, semakin lembut.

Ibu adalah bank di mana kita mendepositokan semua sakit hati dan kekhawatiran kita (T. Dewitt Talmage)


Dalam sekolah pria sejati yang kepala sekolahnya adalah Yesus, ada dua mata pelajaran utama yang merupakan kekuatan pria yaitu kelemah-lembutan dan kerendahan hati.

Saya ingat doa-doa ibu saya, dan doa-doa itu selalu mengikuti saya. Doa-doa itu melekat pada saya sepanjang hidup saya (AbrahamLincoln)


Lemah lembut adalah power under control yang berarti mempunyai kekuatan tetapi tidak mau membalas dengan kekuatannya.

Ada Mujizat dalam mulut Anda, Jika Anda ingin mengubah dunia Anda, mulailah dengan mengubah perkataan Anda.


Perkataan seorang pria adalah ukuran dari karakternya.

Membangkitkan semangat adalah oksigen Jiwa (George Adams)

Ucapan yang keluar lewat bibir kita menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.

Kita perlu mengucapkan kata-kata penuh kasih yang memuat pengakuan dan peneguhan, kata-kata yang membangun, memberi inspirasi, dan memotivasi anggota keluarga kita untuk mencapai tingkat yang baru.



Para pria, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan (Ams 4:23), karena dari situlah mengalir aliran-aliran kehidupan.

Dari mulut yang satu keluar Berkat dan Kutuk, Hal ini saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi (Yakobus 3:10)


Perkataan anda membuktikan kepriaan anda dan kepriaan anda membuktikan perkataan anda.

Inilah saatnya mengizinkan luka emosi Anda disembuhkan. Lepaskanlah dalih-dalih Anda, dan berhentilah mengasihihani diri sendiri. Inilah saatnya menyikirkan mental yang memandang diri Anda sebagai korban


Kasih adalah unsur tersulit untuk dikenali oleh seorang pria, tetapi juga merupakan unsur terpenting yang harus dikenali seorang pria.

Dia yang dipenuhi dengan kasih, dipenuhi dengan Tuhan sendiri (Santo Agustinus)


Krisis tidak akan membentuk karakter seorang pria, krisis hanya akan mengungkapkan siapa dia sesungguhnya.

Mari kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (matius 11:28)


Untuk berbicara dengan anaknya tentang Tuhan, sang ayah harus terlebih dahulu membicarakan dengan Tuhan tentang anaknya.


Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan " yang memperbaiki tembok yang tembus", yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni. (Yesaya 58:12)



Hendaknya setiap pria tahu bahwa memiliki karakter serupa Kristus adalah hadiah yang terutama dan termulia yang dapat mereka berikan kepada istri dan anak-anak mereka.

Jika kita memelihara momen itu, tahun-tahun mendatang akan terpelihara (Maria Edgeworth)


Setiap wanita memiliki memiliki peranan yang sangat besar untuk mendorong suaminya ke arah yang benar.

Hidup ini singkat dan kita tidak pernah mempunyai cukup banyak waktu untuk menyenangkan hati mereka yang berjalan bersama kita. O, beralihlah pada Kasih! Segeralah berbuat baik. (Henry Frederick Amiel)


Anak-anak tidak akan selalu mendengarkan anda, tetapi mereka akan selalu meniru anda.

"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tepai jika kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Matius 6:14-15



Untuk menjadi ayah yang baik, pertama-tama anda harus belajar menjadi anak yang baik.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)


Pemulihan hati sebagai anak perlu dialami terlebih dahulu sebelum dapat memberikan kasih sebagai Bapa.

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Yesus, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang (Ibrani 12:15)


Masalah terbesar para pria adalah sukar untuk taat pada kehendak Tuhan. Biasanya para pria akan taat pada kehendak Tuhan, setelah mereka dengan terpaksa meresponi kehendak Tuhan, karena keadaan-keadaan yang tidak dapat lagi mereka atasi dengan kemampuan mereka

Hati seorang ibu bagaikan dasar jurang yang dalam dimana Anda selalu menemukan pengampunan (Honore de Balzac)


I Korintus 13:11 berkata: "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu."

Saya ingin seperti ibu, Taman yang diari dengan baik dimana keharumannya membuat semua yang ada di sekelilingnya menghirup napas dalam-dalam (Kimber Annie Engstorm)


Hikmat adalah cara berpikir Tuhan. Kalau seorang pria berjalan dalam hikmat Tuhan maka dia sedang berjalan dalam ketepatan surgawi untuk menghadapi hal apapun.

Salah satu kunci paling penting untuk bergerak maju ke dalam masa depan yang luar biasa yang sudah disediakan Tuahn bagi Anda adalah belajar bagaimana mengatasi kekecewaan dalam hidup Anda



Ayah yang menghukum anaknya karena berbuat salah, tanpa mengajarkan terlebih dahulu bagaimana melakukan yang benar, adalah ayah yang bersalah.

Tuhan memiliki tujuan ilahi untuk semua tantangan yang menghadang di dalam hidup kita. Pencobaan menguji karakter kita dan menolong membentuk iman kita


Para pria tidak memiliki apa yang ada pada mereka, mereka hanya memeliharanya.

Apakah yang Anda pikirkan ketika Anda merenung tentang kasih? Kasih Ibu, kasih terhadap anak-anak, kasih yang begitu indah, begitu kuat, begitu menyenangkan (Kim Phuc)


Kehidupan hanyalah sebuah kepercayaan. Artinya, apa saja yang ada di dalam diri kita itu bukan milik kita, tetapi itu adalah suatu kepercayaan Tuhan. Suatu saat, Tuhan akan meminta pertanggung-jawaban dari kita tentang semua yang telah dipercayakanNya kep

Ambillah seluruh perlengkapan senjata Tuhan, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu


Membangun pernikahan sejati dimulai dengan dasar pertobatan, saling menerima dan sama meyakini bahwa pasangannya adalah pemberian dari Tuhan.

Ia (Kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (1 Korintus 13:7)


Seorang ayah harus memberikan kepada anaknya, sesuatu yang tidak dapat dibeli, yaitu dirinya sendiri,


Pemandangan yang paling mulia yang pernah dilihat seseorang di bawah bintang-bintang adalah pemandangan ibu yang layak diterima (George W.Truett)



Kehadiran seorang ayah di rumah, ibarat payung terbuka yang melindungi anak-anaknya dari terpaan hujan; bagaikan benteng yang melindungi anak-anak dari serangan badai.

Ketika banyak orang menghadapi kesukaran, mereka membiarkan keraguan menutupi tujuan sehingga melemahkan iman mereka.


Kedewasaan seorang pria tidak diukur dari umur tetapi dari penerimaan akan tanggungjawab.


Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambet, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh (Habakuk 2:3)
Menjadi pria sejati dan menjadi serupa dengan Kristus adalah sinonim.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu (Yesaya 55:8-9)



Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran. Menjadi pria sejati adalah masalah pilihan.

Jangan menjadi tidak sabar dan berupaya membuka pintu dengan paksa Kepuasan diawali dengan sikap Anda, Bersandarlah pada Dia

Kaum pria adalah metode Allah. Ketika kaum pria mencari metode yang lebih baik, Allah mencari kaum pria yang lebih baik (E. M. Bounds).

Tetapi aku, kepadaMu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: "Engkaulah Tuhanku!" Masa hidupku ada dalam tanganMu (Mazmur 31:15 - 16)


Anak-anak menjalani proses merasakan, bertindak, dan berpikir. Sedangkan pria dewasa berpikir, bertindak, dan akhirnya merasakan.

Bahaya terbesar dalam hidup adalah mengiizinkan hal-hal yang mendesak mendorong keluar hal-hal yang penting (Charles E. Hummel)


BILA TUHAN MEMULIHKAN SEORANG PRIA BAGI KELUARGANYA, DIA JUGA MENYELAMATKAN SELURUH KELUARGANYA. BILA KELUARGA-KELUARGA TERSELAMATKAN, BERARTI BANGSA JUGA TELAH TERSELAMATKAN.

Ibu saya bertubuh langsing, mungil, tetapi memiliki hati yang besar, hati yang begitu besar sehingga menyambut semua orang dengan sukacita, dan memberi pertolongan dengan ramah (Mark Twain)


Empat prinsip yang perlu dipahami oleh setiap pria adalah: 1. Komunikasi adalah dasar kehidupan. 2. Perubahan adalah proses kehidupan. 3. Keseimbangan adalah kunci kehidupan. 4. Kesepakatan adalah kekuatan kehidupan.


Meskipun jika aku mati, aku akan mati tanpa meragukan Tuhan, Aku akan mati dengan percaya akan yang terbaik


Bila seorang pria mentaati Allah, maka ia sedang memaksimalkan keberadaannya sebagai seorang pria.


Tuhan adalah pemberi, dan jika Anda menginginkan Dia mencurahkan berkat dan kemurahanNya dalam hidup Anda, Anda harus belajar menjadi seorang pemberi bukan pengambil


Ketaatan adalah pola hidup yang Tuhan Yesus tunjukkan sebagai pria sejati waktu Dia masih berada di atas muka bumi ini.

Saya tidak dapat melupakan ibu saya; Ia adalah jembatan saya. Ketika saya hendak menyeberang, ia cukup lama menjaga keseimbangan sehingga saya dapat menyeberang dengan selamat. (Renta Weems)


Suami idaman adalah suami yang setia, dan setia untuk bertobat.

Prinsip Rohani = bahwa ketika kita mengulurkan tangan kepada orang lain yang membutuhkan, Tuhan akan memastikan bahwa kebutuhan Anda sendiri akan terpenuhi.


Karena pertobatan adalah sebuah tindakan iman yang menuntun pada pengampunan, sedangkan pengampunan menuntun pada perdamaian, kemudian perdamaian menuntun pada pemulihan.

Satu hal yang tidak pernah cukup diberikan adalah Kasih (Henry Miller)

Seorang pria berhak untuk memimpin sampai pada batas ia bersedia melayani.

Para Malaikat saling berbisik, mungkin menemukan istilah kasih yang menyala-nyala di antara mereka, tidak ada yang begitu sarat dengan pengabdian seperti kasih ibu. (Edgar Allan Poe)


Perubahan adalah merupakan ciri kehidupan, dan kehidupan yang mengalami perubahan merupakan ciri pertumbuhan.

Bagaimana Anda memperlakukan orang lain dapat berdampak besar pada tingkat berkat-berkat dan kemurahan Tuhan yang akan Anda alami dalam hidup Anda


Di mana anda berada hari ini adalah akibat dari pilihan anda kemarin.

Teruslah melakukan hal penting dan berbuatlah baik serta sopan

Jadilah pria yang mahir dan bijaksana dalam mengambil keputusan yang berdasarkan Firman Tuhan, dan teruslah bertumbuh dalam pertimbangan yang benar.

Kalian telah bermufakat untuk berbuat jahat kepada saya, tetapi tuhan mengubah kejahatan itu menjadi kebaikan, supaya dengan yang terjadi dahulu itu banyak orang yang hidup sekarang dapat diselamatkan (Kejadian 50:20)



Prinsip akan mengubah pikiran seorang pria. Jika pikiran seorang pria benar, maka tindakannya juga benar.

Seorang ibu adalah seorang yang bermimpi bagi Anda, tetapi kemuliaan membiarkan Anda mengejar impian Anda sendiri, dan kasihnya tidak berubah (Penulis Tak Dikenal)


Kesetiaan adalah batu penjuru dari karakter.

Karena Anda diciptakan dalam gambar Allah, Anda memiliki kapasitas moral untuk mengalami belas kasihan Tuhan dalam hati Anda.


Kesetiaan akan membuat kita menjadi pribadi yang pantang menyerah.

Belajarlah mengikuti aliran kasih ilahi Tuhan. Jangan mengabaikannya. Bertindaklah. Anak anda memerlukan apa yang Anda miliki


Hakekat utama menjadi seorang ayah adalah mengajar anak-anaknya bertanggung jawab atas perbuatan mereka.

Kebahagiaan tertinggi dalam hidup adalah pengakuan bahwa kita dikasihi; kasih untuk diri kita sendiri. (Victor Hugo)


Tanggung jawab seorang ayah bukanlah membuat keputusan bagi anaknya, melainkan membiarkan anaknya melihat bagaimana sang ayah membuat keputusan.

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:6-7)


Mengambil keputusan adalah salah satu ciri kesempurnaan seorang pria.

Belajarlah menjalani hidup sehari demi sehari. Dengan suatu tekad, pilihlah untuk mulai menikmati hidup Anda sekarang juga. Nikmatilah segala sesuatu dalam hidup Anda


Ketika seorang pria tidak membuat keputusan, dia sedang membuat keputusan untuk tidak mengambil keputusan.

Seorang ibu tertawa bersama kita, menangis bersama kita, mengembalikan kasih kita, mengoyakkan ketakutan kita. Ibu menghidupi sukacita kita, memperdulikan kesusahan kita dan semua pengharapan kita serta impian yang dibagikannya. (Julia Summers)

Keputusan; ketegasan; kepemimpinan; itulah ciri pria sejati.

Kebahagiaan adalah keputusan yang Anda buat, bukan emosi yang Anda rasakan. Kebahagiaan adalah pilihan Anda


Kaum pria dapat mengubah kebiasaannya; tetapi hanya Allah yang mampu mengubah sikap alamiahnya.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22)


Perubahan bukanlah suatu perubahan sampai terjadi perubahan.

Kesenangan yang melimpah bukanlah yang paling berarti; melainkan mengurusi anak-anak kecil (Penulis Tak Dikenal)


Perubahan harus dimulai dari atas dengan sukarela, jika tidak, akan ada revolusi dari bawah dengan paksa.

Tatkala Anda berpikir saya tidak melihat, saya mendengar Anda memanjatkan doa, dan saya percaya ada Tuhan tempat saya mencurahkan isi hati…Bila Anda berpikir saya tidak melihat, saya melihat bahwa anda peduli, dan saya ingin menjadi segala sesuatu yang dapat saya lakukan (Mary Rita Schilke Korzan)




Pergumulan terbesar seorang pria bukanlah pada proses perubahan itu sendiri, melainkan kenyataan yang harus ia hadapi untuk memutuskan berubah dari cara hidupnya yang lama.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar (Lukas 16:10)



Jika anda ingin menjadi dewasa, buatlah tanggungjawab itu berhenti pada diri anda. Jangan salahkan orang lain!

Masa depan seorang anak selalu merupakan hasil kerja seorang ibu (Napoleon)

Untuk mengasihi Allah maka anda harus mengasihi apa yang Allah kasihi dan membenci apa yang Allah benci.

Seorang ibu adalah sahabat sejati yang kita miliki. Ketika penderitaan serasa berat dan tiba-tiba menimpa kita; tatkala kesukaran merenggut kemakmuran; bila sahabat-sahabat yang bersukacita dengan kita meninggalkan kita; ketika masalah menumpuk di sekeliling kita; ibu tetap melekat kepada kita, dengan upaya keras melalui ajaran yang baik dan nasihat untuk menghilangkan awan gelap, dan membuat damai sejahtera kembali ke dalam hati kita. (Washington Irving)





Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Roma 12:11)


Sukacita adalah jaring kasih di mana Anda dapat menangkap jiwa-jiwa (Ibu Teresa)


Kita wanita perlu melihat hidup kita sebagai kesempatan istimewa untuk membagi kasih Allah, saat kita melayani di dalam rumah, gereja, dan komunitas kita.

Karena wanita benar-benar adalah gender yang diberi hak istimewa dihiasi dengan keanggunan dan karkteristik yang diperlukan Bapa Surgawi kita untuk mencurahkan kasihNya dan kemurahanNya kepada orang lain


Pria adalah model pertama. Wanita adalah konsekuensi karya agungNya
Tuhan " melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik" (Kejadian 1:31). Namun ketika Ia melihat laki-laki itu, Ia mengenali kesendiriannya, kesepiannya. Bahkan, dalam lingkungan yang paling sempurna tersebut," ia tidak mempunyai penolong yang se



Pria dan wanita bersama adalah pewaris keselamatan
Kesadaran wanita adalah harus menjadi siapa kita di dalam Dia
Cermin seharusnya mencerminkan sedikit sebelum memantulkan kembali gambaran-gambaran." Bisa saja ia menambahkan," saat dipandang oleh seorang Wanita." (Jean Cocteau)


Bagi mereka yang adalah milik Kristus, Tuhan yang Kudus adalah Bapa yang mengasihi, orang-orang percaya termasuk keluargaNya, dan bisa mendekatiNya tanpa rasa takut, selalu yakin akan kepedulian dan perhatian kebapaanNya. Inilah inti pesan Perjajian Baru"


Kita dimerdekakan dari keterbatasan dan hubungan duniawi yang menyakitkan yang telah mengikat dan membiaskan citra diri kita

Sebagai anak-anak Tuhan, kita bukan tawanan masa lalu. Kita adalah perintis dari suatu masa depan yang menggembirakan.

Aku adalah milikNya dan Ia adalah milikku. Ada suatu rasa kepemilikan, dan sebuah ide menyenangkan, bahwa yang membentuk hidup saya ialah Bapa surgawi saya yang telah membeli saya dan membuat saya milikNya


Dari hal-hal yang tampak sebagai rintangan dan tragedi di dalam hidup kita, Tuhan telah memberi kelahiran baru dan penciptaan kembali

"Takut dan Khawatir", Mereka adalah Dosa, Keduanya perlu diakui, disembuhkan dan dilepaskan, sebab Mereka bukan berasal dari Tuhan

Apabila kita belajar menangani ketakutan yang lebih kecil, kita akan mengalahkan ketakutan yang lebih besar

Harapan adalah mata rantai yang memperkuat iman dan dipertahankan dalam doa

Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Tuhan dan Bapa Kita (Efesus 5:19-20)

Kekesalan memelaratkan kepribadian dan kehidupan rohani kita, karena kekesalan menyangkal perintah Tuhan yang terbesar dan terutama untuk mengasihi diri kita sendiri dan orang lain.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku aku berkata kepada setiap orang diantara kamu; Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasa



Iman hanya pantasakan namanya jika iman itu meledak dalam tindakan
Arti kata TEKUN = "Keteguhan dalam Pencobaan", tidak mengizinkan diri kita sendiri untuk dikalahkan oleh kemalangan dan penderitaan

KASIH - Rahasia Orang Kristen untuk Hidup Sukses dan Bahagia
Ketenangan Menjadi ciri dari Kecantikan Wanita Kristen

Damai Sejahtera adalah kecantikan rohani
Kepribadian yang berseri, wanita yang berseri, ialah wanita, yang memuliakan Yesus. Ia mencerminkan Dia, membawa kemuliaan bagi namaNya melalui rumahnya, gerejanya dan di dalam komunitas



Cakap-"Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya" (Amsal 12:4). Arti kata cakap-baik, bermoral, unggul, adil, bijaksana, memiliki ketabahan dan kesederhanaan, saleh, dan murni.

Menghormati Allah-(takut akan Allah)-"Isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji" (Amsal 31:30).

"Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya" (Amsal 14:1).

Wanita dibuat agar, dengan terampil, ahli, memenuhi kebutuhan pria! Kebutuhan yang dimilikanya ialah seorang "penolong". Berartinya dan pentingnya wanita dan perannya dimengerti dari arti kata "penolong".


Penciptaan Wanita ialah berkembangnya kasih dan ikatan dengan pria dalam pernikahan yang adalah perwujudan kasih

"Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka" (Amsal 17:6).

Pernikahan ialah berpartner seumur hidup-sampai maut memisahkan kita! Markus 10:8-9: "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Arti kasih pernikahan ialah bahwa "keduanya menjadi satu".

Allah bisa memberi kita kasih karunia untuk melakukan apa yang benar!

Pengampunan ialah untuk diingat, tetapi tanpa rasa sakit

Penundukan diri bukanlah karena tidak memadai atau superioritas, melainkan suatu hubungan, mengakui persamaan yang berbeda dalam peran suami atau istri yang harus dihormati dan dimengerti.

"Kamu adalah teman pewaris dari kasih karunia (perkenanan Allah yang tidak terhingga) yaitu kahidupan" (1 Petrus 3:7).

Kita harus membuat sebuah komitmen kepada Allah, satu sama lain, dan pernikahan.

Pernikahan adalah suatu hubungan komunikasi dan komitmen.

Allah juga adalah kasih, dan seks tanpa kasih menjadi tidak kudus karena seks tanpa kasih adalah egois.

Pernikahan tetap merupakan ide yang bagus karena ini adalah ide Allah.

"Keluarga" yang sehat adalah kunci untuk gereja dan masyarakat yang sehat. Ukuran "keluarga" yang sehat adalah pernikahan yang sehat. Pernikahan adalah lembaga dasar.

Tidak adanya kegiatan seksual tidak akan pernah membatalkan pernikahan, juga adanya kegiatan seksual saja tidak akan mengubah suatu hubungan menjadi pernikahan. Pernikahan dan seks memang berhubungan, tetapi keduanya tidak sama.


Hanya perlu beberapa menit untuk menikah, tetapi membangun pernikahan memerlukan waktu seumur hidup.

Kita tidak akan pernah memperoleh pernikahan yang ilahi hanya dengan mengikuti tata cara pernikahan orang lain. Kita harus menggali jauh ke dalam hati Allah untuk menemukan prinsip-prinsip-Nya.

Tidaklah cukup sekadar mengetahui siapa yang kita cintai; kita perlu tahu apa yang kita cintai. Kita perlu tahu mengapa kita mengasihi orang yang kita cintai.

Orang yang kita nikahi bukanlah orang yang dengannya kita akan hidup bersama, karena orang itu berubah sepanjang waktu.

Pernikahan adalah dua orang yang tidak sempurna yang berkomitmen pada lembaga yang sempurna, dengan membuat sumpah yang sempurna dari bibir yang tidak sempurna di hadapan Allah yang sempurna.


Allah merancang pernikahan agar berhasil, dan hanya nasihat-Nya yang dapat menjadikannya berhasil.

Pernikahan yang sehat adalah bersatunya seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai mitra yang setara, yang keduanya sama-sama dewasa secara emosional dan aman dalam gambar diri serta identitas pribadi mereka.


Seharusnya, kasih manusia dalam segala bentuknya mengambil pola dari agape ilahi yang disediakan Bapa.

Seorang suami harus menjadi sahabat terbaik istrinya, dan begitu pula istri terhadap suami.

Posisi kepala bukanlah penguasaan, melainkan kepemimpinan.

Salah satu taktik utama musuh adalah membuat kita meragukan siapa diri kita.

Kasih dan ketakutan tidak dapat hidup berdampingan. Di mana kasih melimpah, ketakutan hilang; di mana ketakutan meningkat, kasih berkurang.

Suami memikul seluruh tanggung jawab untuk kesehatan dan kesejahteraa istri dan keluarganya, tetapi ia bukan "bos".

Pernikahan adalah salah satu proses penyempurnaan yang digunakan Allah untuk membentuk laki-laki dan perempuan menjadi orang yang seperti Ia inginkan.

Kasih dalam pernikahan lebih dari sekadar perasaan atau emosi; kasih adalah PILIHAN.

Tidak ada yang merusak pernikahan lebih daripada kepercayaan yang dilanggar.

Siapa pun yang menghendaki rasa hormat harus memperlihatkan rasa hormat kepada orang lain dan hidup dengan cara yang layak dihormati.

Penundukan diri adalah kesediaan untuk melepaskan hak kita atas diri sendiri, untuk dengan bebas menyerahkan tuntutan kita untuk selalu mendapatkan yang kita mau.

Hubungan orang tua-anak bersifat sementara dan harus diputus, sementara hubungan suami-istri permanen dan tidak boleh diputus.

Laki-laki "disiapkan" untuk logika. Sebaliknya, perempuan "disiapkan" untuk respons emosional.

Perempuan mengatakan apa yang ada di hatinya sementara laki-laki mengatakan apa yang ada di pikirannya.

Dalam urusan materi, perempuan berfokus pada 'apa' dan laki-laki pada 'bagaimana'.

Kasih terutama bukanlah emosi, melainkan sikap hati.

Seks adalah ekspresi cinta yang hangat, intim, dan indah, tetapi seks sendiri bukanlah cinta.
AGAPE tidak memilih SIAPA yang akan dikasihi, ia hanya memilih untuk mengasihi.
Kita dapat memuji Allah dari jauh, tetapi kita tidak dapat MENYEMBAH Dia dari jauh.
Kerendahan hati adalah percaya dan menerima apa yang Allah katakan tentang kita, dan Allah mengatakan bahwa kita layak dan berharga.

Inilah waktunya bagi kita sebagai orang percaya untuk berhenti memikirkan pendapat tentang diri kita sendiri.

Kita tidak perlu begitu peduli tentang siapa yang setuju atau tidak setuju dengan kita, tetapi ingatlah bahwa persetujuan Allahlah yang penting.

Masalah timbul antara suami dan istri ketika tidak ada hubungan antara apa yang mereka ucapkan kepada satu sama lain dan bagaimana mereka mengucapkannya.

Keterbukaan terhadap koreksi adalah salah satu unsur paling penting dalam pertumbuhan.
Suami dan istri perlu menjadi terbiasa mengekspresikan kasih dan penghargaan mereka satu sama lain setiap hari.
Pasangan suami istri yang memutuskan untuk mempunyai anak berarti menginginkan hal yang baik.
Seperti Yesus terhadap kita, begitulah kita terhadap anak-anak kita.
Kasih tidak "mencatat" kesalahan, sakit hati, hinaan, atau pelanggaran dengan niat untuk melakukan pembalasan dengan cara yang sama.
Jika tidak seorangpun di dunia ini yang percaya kepada Anda, Tuhan tetap mempercayai Anda.Dengan keyakinan ini, Anda sanggup melakukan apa saja yang Ia ingin Anda lakukan.


Tuhan tidak akan membiarkan Anda menghabiskan hidup Anda dengan melakukan sesuatu yang tidak Anda Sukai

Masing-masing kita memiliki potensi untuk menjadi besar dalam satu hal

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9)

Potensi adalah harta yang tak ternilai seperti emas. Masing-masing kita memiliki emas yang terpendam di dalam hidup kita, tetapi kita harus menggali untuk mendapatkannya.

Orang yang memiliki penguasaan diri adalah orang yang memiliki kekuatan

Bila Anda memilih untuk menghadapi masalah, bukan menghindarinya, Anda akan terhindar dari banyak penderitaan.

Dapat dipercaya adalah bukti dari keteguhan
Sekalipun kita sering gagal, Tuhan tidak akan pernah melemparkan kita keluar dari sekolahnya

Tuhan ingin melakukan perkara-perkara yang baik bagi kita, bukan karena kita baik dan layak, tetapi karena Ia baik

Kita harus bisa diharapkan, bisa diandalkan dan layak dipercaya sehingga orang lain tahu bahwa mereka bisa mengandalkan kita, dan Tuhan tahu bahwa Ia bisa mempercayakan kepemimpinan kepada kita

Kita harus dipenuhi "Tekad Kudus" untuk terus maju sampai kita melihat rencana Tuhan dinyatakan dalam hidup kita

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22)

Jangan menunggu sampai hidup Anda berubah untuk dapat berbahagia. Belajarlah untuk berbahagia sekarang juga

Betapa besar perubahan yang bisa kita buat hanya dengan sedikit lebih ramah, tersenyum dan memiliki hati yang gembira

Ketika Tuhan memanggil Anda untuk mengerjakan sesuatu, maka Ia juga akan memberikan iman untuk melakukannya.

Tuhan adalah ahli yang sanggup mengeluarkan perkara-perkara yang tidak berarti dari hidup kita dan mempertahankan perkara-perkara yang berarti di dalam hidup kita.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Tuhan (Matius 5:8)

Kita harus belajar untuk mempercayai Tuhan ketika kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidup kita

Ujian-ujian akan memaksa ketidakmurnian kita muncul ke permukaan sehingga bisa dibereskan

Jika Anda melakukan perkara-perkara menurut cara Tuhan, Ia akan memberkati Anda dua kali lipat karena pergumulan Anda

Karakter kita terlihat pada seberapa besar ketekunan kita dalam melakukan hal yang benar walaupun rasanya kita tidak senan melakukannya atau tidak ingin melakukannya.

Banyak masalah dalam hubungan manusia saat ini yang merupakan akibat dari hilangnya keseimbangan hanya disebabkan oleh keletihan

" Aku membentangkan dua jalan dihadapanmu: A. Kehidupan, B. Kematian. Kunci Jawaban: PILIH KEHIDUPAN

Anda tidak akan mengubah hidup anda hingga anda mengubah sesuatu yang anda lakukan tiap hari.
Keputusan yang baik - disiplin harian = rencana tanpa hasil ; Disiplin harian - keputusan yang baik = keteraturan tanpa hasil ; Keputusan yang baik + disiplin harian = karya agung dari potensi-potensi anda

Anda tidak akan mengambil keputusan karena hal itu MUDAH ; Anda tidak akan mengambil keputusan karena hal itu MURAH; Anda tidak akan mengambil keputusan karena hal itu POPULER; Anda mengambil keputusan karena hal itu BENAR

Saya akan mempertahankan sikap yang positif dan menggunakannya untuk mempengaruhi yang lain.

Ralph Waldo Emerson mengatakan,"Apa yang ada di belakang dan di depan kita adalah hal-hal yang sangat kecil jika dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita." Saat anda memikirkan perubahan, hal-hal yang lain bisa mengikuti.

Salah satu rahasia untuk mempertahankan sikap yang baik adalah menghargai orang lain.

Menyemangati orang lain berarti menolong mereka, mencari yang terbaik di dalam diri mereka, dan berusaha untuk membawa kualitas-kualitas positif mereka

Penghargaan bukanlah masalah kerumitan. Penghargaan adalah masalah pola pikir.

John Wooden mengatakan, "Banyak hal menjadi yang terbaik bagi orang-orang yang memanfaatkan sebaik-baiknya hal-hal yang mereka terima."

Saat kita belajar untuk mengucap syukur, kita belajar untuk tidak berkonsentrasi pada hal-hal yang buruk, namun pada hal-hal baik dalam hidup kita.

Saya akan memprioritaskan hidup saya serta memberikan fokus dan energi pada hal-hal yang memberikan hasil yang terbesar.

Filsuf William James mengatakan, "seni untuk menjadi bijaksana adalah seni untuk mengetahui apa yang harus lebih diperhatikan.

William Gladstone mengatakan, "Orang yang bijak adalah mereka yang tidak menghabiskan energi untuk mengejar apa yang tidak sesuai dengan dirinya namun masih lebih bijaksana orang yang bisa memilih dan dengan tegas mengikuti yang terbaik diantara hal-hal y


Johann Wolfgang Von Goethe, mengatakan,"Hal-hal yang paling penting seharusnya tidak pernah dikalahkan oleh hal-hal yang sebenarnya adalah masalah kecil.

Waylon Moore telah memperhatikan bahwa seringkali "kita menghabiskan waktu terbaik kita dengan orang-orang yang bermasalah.

Waktu yang anda habiskan dengan orang lain bisa menjadi investasi yang hebat. Pilihlah dengan siapa anda akan berinvestasi kemudian terus-menerus tambahkan nilai pada mereka. Anda tidak akan menyesalinya.

Saat anda memiliki tujuan hidup, itu tidak hanya membuat anda ingin hidup lebih lama, namun juga menolong Anda untuk melihat nilai penting dari langkah-langkah di sepanjang perjalanan hidup anda.

Mickey Mantle berulang-ulang mengatakan, "Jika saya tahu saya akan hidup selama ini, saya akan lebih memperhatikan diri saya."

Gambar diri yang kuat dan positif adalah persiapan terbaik untuk kesuksesan dalam hidup
Kesuksesan berarti mereka yang terdekat dengan saya sangat mengasihi dan menghargai saya.
Psikiatris Armand Nicholi mengatakan,"Waktu adalah sama seperti oksigen - ada jumlah minimum yang dibutuhkan untuk bertahan. Dan dibutuhkan jumlah yang sama dengan kualitas untuk mengembangkan hubungan yang hangat dan saling mempedulikan.


Theodore Hesburgh, menyatakan,"Hal yang paling penting yang bisa dilakukan seorang ayah untuk anak-anaknya adalah mencintai ibu mereka.

Psikolog William James mengatakan,"Dalam diri setiap orang, sejak ia dilahirkan hingga meninggal, ada kerinduan yang mendalam untuk dihargai."

Mempercayai bahwa hanya ada satu jenis pemikiran adalah sebuah kesalahan.
Siapapun yang ingin sukses harus menjadi seperti pemahat yang handal: berkomitmen pada kesempurnaan.

Talenta anda adalah apa yang Tuhan letakkan sebelum sebelum anda dilahirkan. Keahlian anda adalah hasil dari apa yang anda letakkan kemarin.

Iman yang lemah diperlemah oleh kesulitan dan bencana sementara iman yang kuat makin diperkuat oleh kedua hal itu."

Helen Keller mengatakan "Hidup adalah bisnis yang menarik dan paling menarik saat menjalani hidup untuk orang lain."

Fisikawan Albert Einstein menyarankan, "Berusahalah untuk tidak menjadi orang yang sukses. Sebaliknya berusahalah untuk menjadi orang yang yang memiliki nilai.

Sang pencipta kita merancang putri-putrinya untuk menjadi kemuliaan bagi kaum pria dan ibu bagi semua makhluk hidup. Kita adalah sentuhan terakhir dari karya penciptaan dan solusi bagi manusia yang kesepian.

Banyak jiwa rendah hati yang akan takjub melihat bahwa benih yang ditabur dalam kelemahan, ditengah kubangan debu kehidupan, telah mekar menjadi bunga-bunga kekal di hadapan mata Tuhan
Akan lebih banyak yang bisa anda raih dalam satu jam bersama Allah daripada dalam waktu seumur hidup tanpa Dia

Jika iman tidak berbuah perbuatan, maka saya tahu bahwa iman itu bukanlah pohon yang hidup. Dengan demikian, iman dan perbuatan tumbuh bersama-sama; keduanya tidak bisa dipisahkan; mereka adalah jiwa dan tubuh, tangan dan hati; apa yang sudah disatukan oleh Allah, jangan dipisahkan oleh manusia.

Iman sendiri tidak bisa melakukan apa-apa - tidak bisa dengan kekuatannya sendiri, tetapi iman sanggup melakukan segalanya dibawah Allah, oleh Allah, melalui Allah
Sebelum anda memulai sesuatu, ingatkanlah diri anda bahwa kesukaran dan penundaan itu sangat mustahil untuk bisa diramalkan sebelumnya..Hanya ada satu hal yang bisa anda lihat dengan jelas yaitu tujuan anda.

Oh sungguh sering kita kehilangan damai sejahtera, oh sungguh kita menanggung penderitaan yang tidak perlu. Semuanya hanya karena kita tidak membawa, segala sesuatu dalam doa kepada Allah.
Jangan pernah, jangan pernah lupa bahwa kalau kita ingin melakukan kebaikan bagi dunia ini,tugas pertama kita adalah berdoa.

Sukacita bukan sekadar seuntai perhiasan mewah dalam kehidupan Kristen. Sukacita adalah tanda bahwa kita benar-benar hidup di dalam keindahan kasih Allah, dan kasih itu memuaskan kita.
Pengharapan hati yang terdalam terungkap dalam doa di tempat tersembunyi.

Tanamkan lebih banyak sukacita dengan menata kehidupanmu, sehingga memungkinkan sukacita yang lebih besar lagi.
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu

Perbuatan baik tidak pernah hilang; orang yang menabur keramahan akan menuai persahabatan dan orang yang menanamkan kebaikan hati akan menuai kasih.
Saya adalah sebatang pensil kecil di tangan Allah yang menulis, yang mengirim surat cinta-Nya kepada dunia.

Orang tidak peduli pada sedalam apa yang kamu tahu, sampai mereka tahu sedalam apa kamu peduli…kepada mereka
Bukankah telah kuperintahkan kepadamu:kuatkan dan teguhkanlah hatimu?Janganlah kecut da tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu menyertai engkau, kemanapun engkau pergi

Kepemimpinan adalah memanfaatkan jendela peluang dari Allah ketika dihadapkan pada peluang itu. Bukan dengan setengah hati. Bukan dengan takut-takut. Akan tetapi dengan berani, melompat ke tengah medan dengan kedua kaki, dan tekad untuk mengubah dunia dengan gagasan dan usulan anda.

Tugas saya adalah menangani hal yang bisa ditangani, lalu mempercayakan hal-hal yang mustahil ditangani kepada Allah.
Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut; melainkan keberanian adalah kemampuan untuk bertindak dihadapan rasa takut.

Tidak ada lagi dorongan yang bisa begitu efektif dalam merampas seluruh kekuatan pikiran kita dalam bertindak dan berpikir, selain rasa takut.
Saat anda hidup dengan cara berpikir kemurahan, berkat-berkat Tuhan akan mengejar dan menghampiri anda
"Berharaplah sampai akhirnya untuk belas kasihan ilahi yang sedang datang kepadamu"1 Petrus 1:13

Lihatlah diri anda naik ke tingkat efektivitas yang lebih tinggi
"Peliharalah aku seperti biji mata , sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu" Mazmur 17:8

Tuhan telah berkenan dan menerima anda. Jika Tuhan berkenan kepada anda, mengapa anda tidak menerima dan berkenan kepada diri anda sendiri?
Tuhan memandang kita sebagai orang yang "sangat mampu". Bukan karena kita sangat berkuasa, tetapi karena Tuhan kita sangat berkuasa!

Tuhan memandang potensi Anda. Ia melihat pribadi Anda yang sebenarnya. Ia tidak berpusat pada apa diri anda hari ini; ia berpusat pada kemungkinan-kemungkinan dan dapat menjadi apa anda.

Mengapa anda tidak berhenti melihat pada apa yang tidak dapat anda lakukan dan mulai melihat apa yang Tuhan dapat lakukan?
Pusatkanlah perhatian pada dapat menjadi apakah anda, dan Tuhan akan membawa anda ke tempat dimana anda harus berada.
Anda memiliki sesuatu yang dapat ditawarkan pada dunia ini yang tidak dimiliki orang lain.
Ingatkanlah diri anda sendiri bahwa ia telah memahkotai anda dengan kemuliaan dan kehormatan, bahwa anda adalah karya besar Tuhan sendiri.
Aku percaya kepada Tuhan. Aku akan memiliki pandangan yang positif untuk kehidupanku.
Tuhan sedang berusaha menanamkan benih kemenangan baru dalam diri kita

Apakah anda sedang berpura-pura menjadi sesuatu yang sebenarnya bukan diri anda?
Setiap hari, ketika anda bangun pagi, arahkanlah pikiran anda untuk berhasil
Mulailah mempercayai apa yang Tuhan katakan tentang anda.
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Yesaya 26:3

Ingatlah, musuh selalu berperang dalam peperangan tersulit saat ia tahu Tuhan memiliki sesuatu yang besar dalam perbendaharaan-Nya bagi Anda.
Gunakanlah kata-kata anda untuk mengubah keadaan anda.
Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. Ulangan 30.14
Semakin lama kita mencengkeram kebencian itu, semakin dalam akar kepahitan bertumbuh

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.Yesaya 60:1
Ini adalah sebuah hari yang baru, dan aku akan mulai maju, dengan mengetahui bahwa Tuhan memiliki sebuah masa depan cemerlang dalam perbendaharaannya bagiku.
Guncangkanlah diri anda sendiri keluar dari mentalitas "seharusnya, bisa saja, mungkin saja"

Kenakanlah seulas senyuman di wajahmu. Dapatkanlah kembali semangat dalam langkah-langkahmu dan pergilah
Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku, Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati… untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar. Yesaya 61:1-3

Jangan pernah membiarkan kemunduran anda menjadi identitas anda
Jika Tuhan mengatur langkah-langkah kita, kita dapat meyakini bahwa Ia sadar akan keadaan-keadaan kita.
Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. Mazmur 145:14

Milikilah suatu sikap yang mengatakan, Siapakah yang dapat kuberkati hari ini?
Jika anda mau memilih untuk melepaskan dendam anda dan mengampuni mereka, anda dapat mengalahkan kejahatan itu dengan kebaikan.

Apakah anda mengambil waktu untuk membuat orang lain merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri?
Rencana - (komitmen + disiplin +ketekunan) = MIMPI
Rencana + (komitmen + disiplin +ketekunan) = REALITAS
Kekhawatiran menimbulkan masalah sukacita membawa berkat

Kita makan tiga kali sehari untuk memelihara tubuh. Berapa kali sehari kita memberi makan jiwa kita?
Kasih tak menjadi kuat karena cemburu, kasih diperkuat oleh sikap lebih percaya
Hanya orang bodoh yang tidak bisa marah tetapi sungguh arif orang yang tidak suka marah

Bahtera rumah tangga akan mencapai tujuan jika Yesus diundang menjadi nakhodanya
Ketaatan ibadah menandatangani sebuah dokumen kosong dan membiarkan Tuhan mengisi apa saja di atasnya
Saat kita melewatkan kesempatan dari Allah berarti ada kemungkinan bagi kita untuk terlambat

Tuhan kita sungguh mengerti rasanya jadi manusia karena dia pernah menjadi manusia
Jadilah hidup menjadi saluran berkat mulailah dari orang-orang terdekat
Meski kadang tampak lambat namun kenyataannya allah tak pernah terlambat
Mengikut Kristus tak selalu mudah tetapi Allah menjanjikan akhir yang indah
Kita tidak butuh lebih banyak barang lagi untuk bahagia, kita butuh Tuhan lebih dalam lagi untuk bahagia
Hidup berpusat pada diri sendiri mendatangkan kekacauan, hidup berpusat pada Allah membuahkan keharmonisan

Angin tidak pernah menjadi musuh layang-layang, angin selalu menjadi sahabat terbaik layang-layang
Setiap anak memang dilahirkan dengan dosa asal namun setiap anak juga berhak mendapat kelepasan kekal.
Allah tidak menganugerahkan kemenangan tanpa latihan dan perjuangan
Apabila hidup ini adalah milik Tuhan izinkan dia mengubah kita menjadi seperti yang dia mau

Kita berani maju karena meyakini pimpinan Tuhan bukan karena kepastian masa depan
Kerapkali kita merasa tahu mana yang baik, tetapi Allah selalu memimpin kita pada yang terbaik.
Kita tidak akan pernah menjadi orang tua yang baik jika kita berhenti berdoa untuk anak-anak kita
Orang yang terus mengungkit kesalahan masa lalu mempersulit terjadinya pembaruan di masa depan
Janganlah terkejut saat berjumpa dengan penderitaan jadikan ia teman untuk bertumbuh dalam iman

Meski lalang harus tumbuh diantara gandum, biarlah gandum itu terus meranum
Sebuah inisiatif muncul bukan karena paksaan melainkan karena kasih dan kepedulian
Doa ibu bijaksana kepada anaknya: Supaya mereka dipagari sehingga mereka tidak bisa menemukan jalan ke arah orang-orang yang tidak benar atau tempat-tempat yang salah dan supaya orang-orang yang tidak benar tidak menemukan jalannya kepada mereka (Hosea 2:5)